Bea Cukai Ajak Masyarakat Gempur Melawan Peredaran Rokok Ilegal di Sulteng

Foto : Asisten Administrasi,Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Prov Sulteng , Ir.H.Faisal Mang.MM di Gedung Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Jl. Samratulangi, Palu,Sulawesi Tengah Kamis (18/7/2019). (istimewa)
Utustoria.com , PALU - Dirjen Bea Cukai melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai  Pantoloan mengajak masyarakat menggempur peredaran rokok illegal di Sulawesi Tengah. Hal itu sesuai dengan tema Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai yakni "Gempur Rokok Illegal" yang diselenggarakan pagi tadi di Gedung Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Jl. Samratulangi, Palu,Sulawesi Tengah Kamis (18/7/2019).
 
Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Asisten Administrasi,Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Prov Sulteng , Ir.H.Faisal Mang.MM. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa kontribusi Cukai kepada kas negara sepanjang tahun 2019 mencapai kisaran 165,5 Triliun dan dan bagi Daerah ini (Sulteng) kontribusi cukai kurang lebih mencapai 7,31 Miliyar. 
 
Jika  dilihat esensi pemasukan cukai bagi kas pemerintah, maka ia menaruh harapan melalui kegiatan ini kiranya dapat menyelaraskan pemahaman dan mensinergikan usaha kerja kita dalam memacu peningkatan penerimaan negara dari cukai hasil tembakau dengan cara menekan jumlah peredaran rokok ilegal yang ditargetkan pada tahun ini bisa menyentuh lebih kurangya sekitar 3 % 
 
Terkait pemberantasan rokok ilegal, Faisal Maang menambahkan, disini ada korelasi bagi kesinambungan kebijakan cukai rokok, disatu sisi, jika dinaikkan bisa mereduksi dampak negatif rokok bagi kesehatan manusia dan kebersihan lingkungan, namun di sisi lain akan memukul industri rokok nasional bila kebijakan kenaikan cukai tidak dilakukan secara cermat, karena kebijakan kenaikan cukai rokok secara otomatis bisa melambungkan harga rokok yang tentunya keadaan ini membuat masyarakat khususnya perokok aktif merasa tidak nyaman, dan hal ini masyarakat perokok aktif dengan sendirinya akan mencari rokok ilegal yang tidak berpita cukai yang tentu harganya lebih murah.
 
Hal ini bisa dipastikan tidak akan bisa memberikan kontribusi kepada kas negara dan hal ini juga akan di kwatirkan akan berimbas pada menurunnya omset jual rokok berpita cukai dan pada akhirnya bisa mempengaruhi kebijakan perusahaan terhadap produksi dan serapan tenaga kerja.
 
Melalui sosialisasi ini, ia berharap dapat terjadi peningkatan koordinasi, monitoring evaluasi dan kesadaran secara kolektif seluruh komponen yang ada agar dapat mendukung kebijakan cukai hasil tembakau dan operasi gempur rokok ilegal di Provinsi Sulawesi Tengah.
 
Selain itu Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Pelabuhan Pantoloan Mohammad Majid, mengatakan; Dengan di adakannya sosialisasi ini diharapkan tidak ada lagi timbul kesalahan ataupun penafsiran ketentuan dibidang Cukai, selain itu diharapkan kan juga ada peningkatan koordinasi untuk pengawasan rokok ilegal, lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan hasil survei Universitas Gadjah Mada, menunjukkan terjadinya penurunan peredaran rokok ilegal dari 12,14% di tahun 2016 menjadi 7,04% pada  tahun 2018.
 
Ditahun 2019 Menteri Keuangan berharap ada penurunan untuk menekan peredaran rokok ilegal sampai dengan 3 %. Dan untuk mencapai target tersebut Dirjen Bea Cukai melakukan kegiatan kampanye pemberantasan rokok ilegal dengan melakukan operasi pasar dan sebagainya baik diwilayah laut maupun perkotaan dan dipasar. Karena masyarakat perlu mengetahui terkait aturan hukum yang berlaku di bea cukai, dan resiko yang dapat muncul dari pedagang rokok ilegal, resiko yang yang mengancam kesehatan dan resiko yang mengakibatkan penerimaan negara tidak tercapai. "Kata Mohammad Majid.
 
Kegiatan sosialisasi ini di hadiri dari Unsur terkait diantaranya TNI dan Polri, Kejaksaan Tinggi Sulteng,  DJPB perwakilan Sulteng,  Pemerintah Provinsi Sulteng dan Kota Palu.