Sekprov Sulteng : Kontrol dan Evaluasi Perusahaan Ikut Tender

Foto : Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Hidayat Lamakarate saat hadiri Knowledge Sharing Forum Optimalisasi Kualitas Pengadaan Barang Jasa se Sulteng di Hotel Swissbell, Senin pagi (15/7). (Istimewa)
Utustoria.com , PALU - Direktorat Advokasi Dan Penyelesaian Sanggahan Wilayah II LKPP menggelar Knowledge Sharing Forum Optimalisasi Kualitas Pengadaan Barang Jasa se Sulteng di Hotel Swissbell, Senin pagi (15/7).
 
Terkait itu, Sekretaris Daerah Provinsi Dr. H. Moh. Hidayat Lamakarate, M.Si yang membuka acara, banyak membagi pengalaman seputar pengadaan di Sulteng.
 
Dari sekian banyak persoalan yang membuat sekda Sulteng ini merasa aneh  adalah adanya oknum-oknum yang nekat mengikuti tender walau hanya meminjam nama perusahaan orang lain.
 
Padahal lanjut Sekprov , si pemilik usaha tidak pernah setuju ataupun memberi izin menggunakan nama perusahaan ke oknum tersebut.
 
"Resiko bukan kepada (oknum) yang meminjam tapi pemilik usaha yang di-blacklist," sekprov menegaskan akibatnya.
 
"Kalau saat pekerjaan jalan lalu komplain bagaimana itu, apakah uang yang sudah diambil 30% dimuka harus ditarik lagi (maka) tertunda lagi kerjanya," seru sekprov ke unit kerja pengadaan agar tidak lalai mencek dan ricek keaslian usaha peserta tender.
 
Sedang untuk menghindari keterlambatan kerja dari paket-paket terlelang karena tahapan-tahapan yang sangat mepet maka sekda minta supaya rajin melakukan kontrol dan evaluasi.
 
"Supaya anggaran bisa diserap, tepat waktu dan tidak ada kesalahan-kesalahan," pungkas sekda berharap.
 
Direktur Advokasi M. Aris Supriyanto yang jadi narasumber forum mengatakan tujuan forum adalah untuk meningkatkan implementasi strategi konsolidatif pengadaan dan untuk memberdayakan peran para APIP melayani sanggahan.
 
Turut hadir dan jadi moderator Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sulteng Abdul Haris Karim, ST, MM.