Hajar Aswad, Fokus Mengajar Santri Mengaji Meski Rumahnya Hanyut Terbawa Banjir

Foto : Hajar Aswad saat foto bersama santrinya pada saat sebelum banjir bandang dirumahnya tepatnya pada Hari Raya Idul Fitri 1440 H. (foto : istimewa)
Utustoria.com , MOROWALI - Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Morowali beberapa waktu lalu ternyata menyimpan kisah yang dapat dijadikan pelajaran berharga.
 
Bukan karena jembatan putus atau naiknya harga sembako di Kabupaten Morowali. Melainkan kehidupan seorang perempuan yang berprofesi sebagai guru mengaji di taman baca Alquran (TPA) Desa Dampala , Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali yang masih dengan ikhlas mengajar anak-anak didesa tersebut untuk membaca Alquran meski harus menumpang dirumah milik tetangganya.
 
Betapa tidak, Sejak 8 Juni 2019 lalu Hajar Aswad harus mengungsi bersama suaminya Yusran Lonyi karena rumah miliknya hanyut tak tersisa terbawa arus banjir bandang saat itu.
 
Terlebih selain menjadi korban banjir , Hajar Aswad saat ini merupakan tulang punggung keluarganya sejak kondisi suami yang mulai satu tahun lalu salah satu kakinya mengecil karena rasa sakit yang tak kunjung berhenti. Dan buah hatinya telah dipanggil oleh sang Khaliq sejak baru lahir.
 
Awalnya , TPA yang ia bangun itu menjadi satu atap dengan tempat tinggalnya. dengan adanya musibah banjir dirinya harus mengungsi dan tetap fokus mengajar anak-anak didiknya untuk terus membaca Alquran tidak peduli bagaimana kondisinya saat ini.
 
Ia mengaku sangat menikmati sebagai guru mengaji , selain memiliki cita-cita mencerdaskan generasi, dirinya juga merasa terhibur dengan kehadiran para santri.
 
Tepat 13 hari lamanya sejak banjir bandang Hajar masih tinggal dirumah milik tetangganya dan masih menjalani aktivitasnya seperti biasa. Dirinya masih memiliki mimpi untuk membangun TPA kembali untuk tempat dimana para santri bisa mengenal kitab dan penciptanya namun hal itu tidak mungkin baginya untuk dapat berbuat sendirian.
 
Dengan begitu dirinya sangat mengharapkan keterlibatan semua pihak masyarakat maupun unsur pemerintah Daerah Morowali untuk dapat membantu membangun kembali TPA sebagai bekal akhirat nanti. Terlebih bukan hanya rumah miliknya yang hanyut tapi ada beberapa rumah milik warga Desa Dampala yang juga ikut hanyut karena banjir bandang.