Ma'ruf Amin : Jasa Guru Tua Sangat Besar Bagi Kemajuan Pendidikan di Sulteng

Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin (foto : net)
Utustoria.com , PALU - Deklarasi untuk mendorong tokoh pendiri perguruan Islam Alkhairaat Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau yang biasa disebut Guru Tua untuk dinobatkan sebagai pahlawan nasional mendapatkan dukungan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia KH. Ma'ruf Amin.
 
"Usulan nanti saya akan sampaikan kepada yang berwenang. Saya masih Ketua MUI, belum jadi wapres. Masih menunggu keputusan MK," kata Ketua MUI itu di tengah sejumlah tokoh agama, masyarakat, gubernur dan pejabat pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Palu, Jumat malam yang dikutip dari Antaranews.com.
 
Menurutnya, jasa Guru Tua bagi kemajuan pendidikan di Sulawesi Tengah sangat besar. Sehingga sangat pantas jika gelar pahlawan nasional dan nanti ada panitia dipusat sehingga dapat diberikan masukan agar Guru Tua bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
 
Hal itu diungkap oleh Ma'ruf Amin  setelah menyaksikan deklarasi aspirasi Sulawesi Tengah untuk Habib Idrus bin Salim Aljufri menjadi Pahlawan Nasional oleh perwakilan berbagai unsur saat menghadiri Haul Guru Tua ke - 51 di Palu dan pembangunan Islamic Center di Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.
 
Deklarasi yang dibacakan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Alamsyah Palenga di hadapan Ma'ruf Amin dan disaksikan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola tersebut ditandatangani 16 perwakilan unsur masyarakat dari berbagai daerah, agama dan etnis di Sulawesi Tengah.
 
"Dengan Memohon Ridho dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dengan ini kami mendeklarasikan aspirasi dukungan kepada Habib Said Idrus bin Salim Aljufrie atau Guru Tua, Pendiri Perguruan Islam Alkhairaat berpusat di Kota Palu Sulawesi Tengah untuk menjadi Pahlawan Nasional," kata Alamsyah.
 
Naskah tersebut diserahkan kepada Ma'ruf Amin dengan harapan dapat segera diwujudkan karena dokumen usulan pahlawan nasional berupa sejarah singkat serta perjuangan Guru Tua dan rekomendasi pemerintah daerah dari berbagai provinsi tersebut telah diserahkan ke Pemerintah RI beberapa tahun lalu.
 
Sebanyak 16 deklarator aspirasi Sulawesi Tengah untuk pahlawan nasional itu antara lain Dr Abd Gani Jumat, I Wayan Sudiana,S.Ag.,M.Si, Mohammad Herianto, Safrudin Mahyudin, dr Husaema Abd Rahman, Dr. H.Mochtar Marhum, M.Ed., PhD, Nurmiati Habibu, S.Pd., M.Si, Zamil Muttaqin, Drs Samsul Saefudin, MM dan Yewin Tjandra, SE dan Alamsyah Palenga, M.Eng.
 
Guru Tua merupakan tokoh pembaharuan di bidang agama di kawasan timur Indonesia dan pejuang nasionalisme sejak era tahun 1930-an. Salah satu warisan perjuangan Guru Tua adalah perguruan Islam Alkhairaat yang memiliki lebih dari 1.500 madrasah, perguruan tinggi, rumah sakit dan pondok pesantren.
 
Dari tangan Guru Tua pula bayak lahir para pemimpin dan birokrat di Sulawesi Tengah dengan modal ijazah Alkhairaat.
 
Peringatan Haul Guru Tua setiap tahunya dilaksanakan pada 12 Syawal. Kali ini Haul dilaksanakan pada 10 Syawal 1440 Hijriah/15 Juni 2019. Ribuan jamaah dari berbagai pelosok nusantara hadir di Kota Palu menghadiri Haul Guru Tua ke 51.