Harga BBM dan Elpiji 3 Kilogram Bersubsidi Mendadak Naik Akibat Banjir di Morowali

Foto : Kondisi jembatan Desa Kolono Kecamatan Bungku Timur yang terancam putus akibat meningkatnya debit air sungai di Desa tersebut, Sabtu (8/6/2019). (Foto : Istimewa)
Utustoria.com , MOROWALI - Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Bungku Barat dan Bahodopi Kabupaten Morowali pada Sabtu (8/6/2019) yang mengakibatkan akses lalulintas macet membuat harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat mendadak naik.
 
Seperti informasi yang dihimpun Utustoria.com , di Kecamatan Bahodopi dan Bungku Barat saat ini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium eceran naik cukup signifikan yakni mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per Liternya yang sebelumnya hanya sekitar Rp 10 ribu per Liter.
 
Tidak hanya itu saja , gas Elpiji 3 Kilogram bersubsidi juga dikabarkan naik melejit. Karena sulitnya memperoleh gas berwarna melon tersebut , sejumlah pelaku dagang memanfaatkan situasi untuk memperoleh keuntungan yang lebih dan menjual gas elpiji dengan harga Rp 70 ribu hingga 100 ribu per tabungnya.
 
Dengan kondisi tersebut pemerintah daerah yakni instansi terkait diminta untuk segera secepatnya mengambil tindakan. Karena dalam situasi yang terjepit tersebut masyarakat yang merupakan korban banjir justru dibebankan dengan harga bahan kebutuhan pokok yang cukup tinggi.