Kapal KM STB 1500 Dikabarkan Tenggelam Di Morowali

Foto : Sejumlah crew yang selamat dan satu korban meninggal yakni Agung. (Martinus Tandiola Dregd)

Bahodopi, MOROWALI, Utustoria.com

Setelah kabar jatuhnya Helikopter milik PT. IMIP beberapa waktu lalu, kini sebuah kapal angkut semen curah KM STB 1500 dilaporkan tenggelam di perairan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada Kamis dini hari (26/4) saat kapal tersebut tinggal berjarak 4 mil laut dari tujuannya yakni  PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Informasi yang dihimpun Utustoria, dari laporan salah satu anggota TNI  di Morowali melalui akun Facebooknya yang bernama Martinus Tandiola Dregd menyebutkan dari 16 Anak Buah Kapal, 11 orang selamat, 1 meninggal dunia dan 4 lainnya masih dalam pencarian.

Berikut nama-nama crew yang selamat yakni, Capten John Heney, Albert Telaumbauna, Nunang Kumar, Apud S, Endang, Yusril, Anderan F, Jualiang, Galang, Erik, Wawan.

Sedangkan yang masih dalam pencarian (hilang), yakni Karibian, Hapita Manrova, Muh. Hasan dan Vigo, sedangkan yang meninggal dunia bernama Agung.

Dikutip dari Voaindonesia.com, Kapolres Morowali AKBP Dadan Wahyudi menerangkan Kapal itu diperkirakan tenggelam pada pukul 04.00 Wita namun baru diketahui sekitar pukul 14.00 Wita.

“Oh kalau kronologi kejadiannya sih, kapalnya itu tenggelam informasi sih pagi tadi yah sekitar jam 5 subuh. Cuma informasi di dapat baru tadi siang sekitar jam dua, dan sampai ke kita sekitar jam 6 sore baru diketahui di darat gitu loh maksudnya,” kata AKBP Dadan.

“Untuk identitas kapal itu adalah kapal milik PT Lintas Bahari Nusantara, itu informasinya kapal dari Makassar menuju PT. IMIP membawa semen curah,” tambahnya.

Hingga laporan ini disampaikan, dari 16 ABK (Anak Buah Kapal) 11 orang berhasil diselamatkan, satu meninggal dunia sedangkan 4 lainnya dilaporkan masih hilang.

Upaya pencarian terhadap korban yang masih hilang itu dilakukan oleh TNI Angkatan Laut, POL AIR Polres Morowali. Peristiwa ini dikatakan sudah dilaporkan ke Basarnas Palu. (mr)