Begini Kronologis Terjadinya Laka Tunggal Mobil Tangki Milik KLS di Batui

Foto : Kapolsek Batui Iptu Candra bersama Babinsa setempat dan sejumlah karyawan PT PAU saat mengevakuasi mayat Hendrik dari dalam mobil menuju Puskesmas Batui. (Dok : Polsek Batui)
Utustoria.com , BANGGAI - Kecelakaan lalulintas tunggal terjadi di jalan Trans Desa Uso Kecamatan Batui tepatnya dekat jembatan antara perusahaan PT DS LNG dan PT PAU pada Kamis (16/5/2019) sekitar pukul 08.00 Wita.
 
Menurut informasi yang diperoleh dari Kapolsek Batui Iptu Candra bahwa kecelakaan lalulintas tersebut dialami oleh mobil Mitsubishi Fuso DN 9553 CC berwarna kuning  dengan muatan minyak sawit ( CPO ) kapasitas sekitar 18 Ton dikendarai oleh karyawan PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) Hendrik (46) warga Desa Samalore dari arah Toili menuju pelabuhan Tangkiang dengan kecepatan tinggi.
 
Karena melaju dengan kecepatan tinggi, mobil tersebut terbalik tepat ditikungan sebelum jembatan menuju perusahaan PT. PAU sehingga mobil tangki tersebut terjun ke jurang yang kedalamannya mencapai 3 meter dari bahu jalan. Namun bergulirnya mobil tersebut dapat dihalangi oleh pohon kelapa yang berdiri kokoh.
 
Mengetahui hal tersebut , pada pukul 08.15 Wita Kapolsek Batui Iptu Candra mendatangi TKP dan langsung melihat kondisi korban yang diduga telah meninggal dalam keadaan terjepit dan tidak bisa dikeluarkan.
 
Sehingga Mantan Kasat Narkoba Polres Banggai ini lansgung berkoordinasi dengan management  PT PAU  untuk membantu mngevakuasi korban dan kendaraan .
 
Dengan begitu Perusahaan pupuk tersebut menggunakan peralatan las serta Krent dengan bobot 50 Ton untuk mengangkat kendaraan milik PT KLS pada pukul 11.00 Wita. Sehingga korban berhasil di evakuasi setelah bagian depan pintu di lakukan pemotongan dengan mesin gurinda untuk  keluar dari mobil dan langsung dilarikan ke Puskesmas Batui untuk dilakukan visum dan pemeriksaan medis.
 
Dari hasil pemeriksaan tersebut , Hendrik mengalami luka robek dibagian lengan kanan , patah tulang rusuk , luka dibagian bahu sebelah kiri , mengeluarkan darah dibagian telinga, mulut dan hidung.
 
Dari amatan pihak Kepolisan , pengendara (Hendrik) diduga mengantuk dan rem mobil tidak berfungsi dengan baik dalam kecepatan tinggi, sehingga tidak dapat dikendalikan kendaraan tersebut yang mengangkut muatan cair yakni minyak sawit (CPO). Dan saat posisi menurun dari arah Desa Uso sebelum jembatan dekat PT PAU rem mobil tangki tersebut blong sehingga tepat ditikungan mobil langsung terbalik dan jatuh ke jurang.