Galian C Ilegal Menjamur Di Dataran Toili

Foto : ilustrasi (beritajatim)
Utustoria.com , BANGGAI - Aktivitas tambang pasir ilegal di wilayah Dataran Toili (Moilong , Toili dan Toili Barat) Kabupaten Banggai sudah sangat menjamur disejumlah desa.
 
Dari hasil amatan Utustoria.com , ada sembilan desa daei  tiga kecamatan ini yang sangat aktif dikeruk oleh alat berat maupun mesin domfeng demi memenuhi kebutuhan bisnis sejumlah oknum untuk meraup keuntungan.
 
Desa tersebut yakni :
 
1. Moilong :
 
- Karya Jaya
 
2. Toili :
 
- Cendana Pura
- Singkoyo
- Mansahang
- Mekar Kencana
- Jaya Kencana
 
3. Toili Barat :
 
- Mekar Sari
- Sindangsari
- Kamiwangi
 
 
Namun sangat disayangkan , aktivitas yang telah bertahun - tahun  dan  melanggar hukum tersebut diduga mendapatkan dukungan oleh sejumlah pemerintah Desa setempat dengan menarik distribusi penggunaan jalan desa sebesar Rp 10 ribu per retasinya.
 
Dari kondisi ini, pelaku tambang galian C ilegal dapat melanggar pasal 158 UU RI No 4 tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batubara (Minerba) disebutkan setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
 
Berdasarkan UU RI No 4 tahun 2009 tersebut aktivitas tambang galian C ilegal telah banyak merugikan Negara Republik Indonesia karena tidak mengantongi ijin dari pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
 
Sehingga , sangat diharapkan Kepolisian , TNI serta pemerintah setempat dapat menindaklanjuti pelanggaran tersebut agar untuk bisa ditertibkan.