Warga Ancam Halangi Aktivitas Pemboran Sumur Senoro 14 dan 15 Milik JOB Tomori

Foto : JOB Tomori dan SKK Migas saat melakukan kegiatan sosialisasi bersama sejumlah unsur masyarakat Kecamatan Moilong di Desa Karang Anyar pada Kamis (9/5/2019) pukul 09.00 Wita. (Marhum/Utustoria)
Utustoria.com , BANGGAI - Rencana aktivitas pemboran sumur eksplorasi Senoro 14 dan Senoro 15 oleh Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) sebagai Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) di Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai untuk mendapatkan sumber cadangan migas terancam tidak mendapat dukungan warga setempat.
 
Pasalnya, saat JOB Tomori melakukan sosialisasi kepada warga setempat pada Kamis (9/5/2019) sekira pukul 09.00 Wita di Balai Pertemuan Desa Karang Anyar Kecamatan Moilong terdapat beberapa keluhan warga yang tidak mendapatkan penjelasan dari pihak JOB Tomori serta perwakilan SKK Migas yang hadir pada pertemuan sosialisasi tersebut, salah satunya yakni warga meminta untuk tidak mempekerjakan 2 orang yang diketahui bukan merupakan penduduk Kecamatan Moilong serta mengenai transparansi dana CSR milik JOB Tomori di Kecamatan Moilong.
 
Diketahui, pada sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Humas JOB Tomori Ruru Rudianto, Humas SKK Migas Kalimantan - Sulawesi Faisal Abdi , Camat Moilong Fahmi Arifudin Rizal , Perwakilan Danramil Batui - Toili , Forum Kepala Desa Moilong , Ketua PK KNPI Moilong Akun Baehaki , Ketua Forum Pemuda Toili Bersatu (FPTB) Syamsul Arif , dan sejumlah Tokoh masyarakat Kecamatan Moilong.
 
Ketua PK KNPI Moilong , Akun Baehaki mengatakan jika pihak perusahaan tidak dapat memberikan kepastian hari ini terkait kehadiran dua tenaga kerja yang berasal dari luar Kecamatan Moilong serta tidak dapat menjelaskan terkait dana program dana CSR yang terkesan tidak transparan tersebut , maka pihaknya dan peserta sosialisasi meminta untuk pertemuan tersebut diakhiri dan pihak JOB Tomori dan SKK Migas untuk dapat mengagendakan pertemuan kembali dengan menghadirkan perwakilan yang berkompeten untuk menjelaskan keluhan warga setempat.
 
" Jika tidak , jangan menyalahkan masyarakat ketika tindakan yang menghalang aktivitas perusahaan,"tuturnya.
 
Ia juga berencana , dengan terkesan tertutupnya informasi terkait CSR JOB Tomori , pihaknya akan melakukan pertemuan terbatas dengan pihak perusahaan untuk dapat mengetahui permasalahan lebih mendalam.
 
Terpisah , Camat Moilong Fahmi Arifudin Rizal menyatakan bahwa pihak perusahaan yang hadir saat ini tidak memiliki wewenang untuk menjawab maupun mengambil keputusan terkait permintaan masyarakat tersebut. Sehingganya , pihak perusahaan akan mengagendakan pertemuan kembali dengan menghadirkan orang yang berkompeten dalam hal tersebut.
 
" Dengan begitu , atas permintaan peserta sosialisasi, maka pertemuan ini kita tutup sampai disini dan menunggu kabar dan undangan terkait pertemuan berikutnya,"tandas Camat Moilong.
 
Dalam amatan Utustoria.com pada sosialisasi tersebut , rencana JOB Tomori melakukan aktivitas pemboran sumur eksplorasi Senoro 14 dan Senoro 15 di Kecamatan Moilong akan dilaksanakan setidaknya pada akhir Juni mendatang yang dikerjakan oleh kontraktor PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI).