PEMBATAL - PEMBATAL PUASA

Foto : pusatbukusunnah.com
UTUSTORIA RAMADHAN 
 
Ragam Pembatal Puasa
Pembatal-pembatal puasa itu ada yang berupa:
 
a) al-istifragh, yaitu mengeluarkan apa yang ada di dalam tubuh seperti jima', muntah dengan sengaja, haidh, dan bekam.
 
b) al-imtila, yaitu memasukkan sesuatu ke dalam tubuh seperti makan dan minminum
Bukan termasuk pembatal puasa
Beberapa hal berikut tidak membatalkan puasa:
 
a) Enema ( adalah prosedur pemasukan cairan kedalam kolon melalui anus [Wikipedia] ), penggunaan obat yang diteteskan ke mata atau telinga, dan penggunaan inhaler (obat asma yang dihirup)
 
b) Keluarnya darah karena diambil sebagai sampel untuk dianalisa, mimisan, gigi yang dicabut, atau luka.
c) Muntah yang tidak sengaja
 
d) berkumur kumur selama air tidak sampai ke tenggorokan.
 
e) menggunakan krim, plester, atau yang sejenis, yang mengandung bahan aktif yang dapat menyerap ke dalam tubuh melalui kulit.
 
f) Menelan ludah, debu jalanan yang berterbanga, dan mencium bau dari sesuatu.
 
g) Injeksi 
Dalam kaitannya dengan puasa, maka injeksi dapat terbagi dua yaitu:
 
1) injeksi yang mengandung nutrisi bagi tubuh. Maka yang demikian membatalkan puasa karena dinilai serupa dengan makanan dan minuman.
 
2) injeksi yang tidak mengandung nutrisi. Injeksi yang demikian tidak mempengaruhi keabsahan dan tidak membatalkan puasa.
 
Demikian Pula (1)
 
Tidak membatalkan puasa: menu Bangi dan mencabut gig, membersihkan gigi, bersiwak, menggosok gigi tanpa menggunakan pasta gigi, berkumur menggunakan obat kumur, inhaler, mencicipi makanan karena dibutuhkan.
semua hal diatas tidak membatalkan puasa selama tidak ada sesuatu yang masuk ke dalam tengdibutuhkan.
 
Demikian Pula (2)
 
Tidak membatalkan puasa: injeksi selama tidak menggunakan bahan-bahan nutrisi seperti injeksi penisilin, insulin, anestesi, atau vaksin; injeksi untuk keperluan rontgen, proses pewarnaan untuk keperluan radiologi dengan injeksi yang dilakukan melalui otot dan vena; endoskopi, berbagai sediaan supositoria yang diberikan melalui anal dan vagina.
 
Celak ketika berpuasa
 
Menurut pendapat yang kuat menggunakan celak tidaklah membatalkan puasa. meskipun demikian, ketika di bulan Ramadhan sebaiknya menggunakan celak di malam hari.
demikian pula dengan produk-produk kecantikan yang digunakan untuk mempercantik wajah seperti sabun minyak dan bahan sejenis yang bersentuhan dengan kulit luar seperti henna dan bahan kosmetik wajah. Namun, bahan kosmetik yang dapat membahayakan wajah tidak boleh digunakan (Majmu' Fataawa Ibn Baaz 15/260).
 
Lensa Kontak
 
Diperbolehkan menggunakan lensa kontak ketika berpuasa. Demikian pula dengan penggunaan solusi/larutan lensa kontak yang dimasukkan kedalam mata sebelum pemakaian. Hal itu serupa dengan penggunaan obat tetes, di mana penggunaan obat tetes tidaklah membatalkan puasa menurut pendapat yang lebih kuat.
 
Ibnu utsaimin mengatakan,
"boleh menggunakan obat tetes mata atau telinga bagi orang yang tengah berpuasa meskipun bau/rasa obat tersebut terasa sampai ke tenggorokan.obat tetes tersebut tidaklah membatalkan puasa karena tidak termasuk sebagai makanan dan minuman atau yang sejenis dengan keduanya (Majmu' Fataawa Ibn Utsaimin 19/205).
 
 
Sumber :
 
BUKU PINTAR RAMADHAN
Kumpulan Twitter Seputar Ramadhan.
Syaikh Muhammad Sholih al-Munajjid.
 
Penulis: Abu Mudzakkir at-Thoily
Toili, Tirtakencana, 9 Mei 2019 M / 4 Ramadhan 1440 H.