BULANNYA ORANG-ORANG BERIMAN

Foto : Khazanah.republika.co.id
Utustoria.com - Bulan Ramadhan adalah dimana secara khusus Allah mengingatkan atau menegaskan kepada hamba-nya yang beriman.
 
Allah Subhanahu wata’alaa berfirman:
 
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)
 
Tengoklah bagaimana Allah menegaskan dalam Firman-Nya diatas hanya kepada orang-orang yang beriman. Dan yang perlu digarisbawahi adalah Allah Subhanahu wa ta'ala mengatakan orang-orang beriman, kalau redaksinya untuk seluruh manusia maka akan berbunyi;
 
 
 
“Wahai sekalian manusia”
 
Maka jelas dalam redaksi kalimat ini sangatlah berbeda. seruan yang diserukan adalah khusus kepada orang-orang yang beriman. 
 
Yang perlu diketahui adalah orang-orang yang beriman ketika datang bulan Ramadhan ataupun terlepas dari keluarnya bulan Ramadhan mereka menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang penuh dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Mereka memanfaatkan setiap waktunya untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Maka lihatlah kesibukan mereka,mereka menyibukkan dirinya dengan memperbanyak bacaan al-Qurannya, berusaha untuk menghatamkannya, tapi berbeda dengan mereka yang sibuk dengan urusan dunianya berburu harta untuk kebutuhan hari raya, sehingga mereka lupa dengan urusan akhirat nya padahal di bulan Ramadhan adalah bulan Maghfiroh bulan ampunan dan bulan dimana Alquran diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia.
 
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
 
"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 185)
 
Maka hendaknya kita meningkatkan keimanan kita karena keimanan itu naik adalah dengan ketaatan kepada Allah dan turunnya keimanan itu adalah dengan maksiat kepada Allah.itu berarti tandanya iman bisa naik dan juga bisa turun. Maka beruntungnya orang-orang yang beriman, karena Allah Subhanahu wa ta'ala gembirakan mereka dengan ganjaran surga bagi mereka yang beriman serta mengamalkan amal sholeh.
 
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
 
"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu. Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 25)
 
Dari ayat diatas, semoga kita bisa mengambil hikmah yang kemudian kita terapkan dalam kehidupan keseharian kita untuk menjadi seorang hamba yang bertaqwa menjalankan perintahnya serta menjauhi apa yang dilarangnya. Ketahuilah, bahwa larangan itu sesungguhnya adalah ringan dan perintah sesungguhnya adalah berat. 
 
Misalnya; seseorang yang diperintahkan oleh majikan untuk mengangkat barang yang beratnya 100 kg, maka perintah itu sesungguhnya terasa berat karena sedikit yang mampu untuk mengangkatnya. Sedangkan jika kita dilarang untuk mengangkat barang 100 kg tersebut, maka sesungguhnya amat ringan bagi kita karena kita tidak mengerjakan apa-apa atau kita tidak perlu melakukan tindakan apa-apa jelas hal ini akan lebih ringan.
 
Maka mulailah dari sekarang kita berlomba untuk menjadi hamba yang bertaqwa berlomba menjadi hamba yang insyaallah ditempatkan di tempat yang termulia di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala. Karena Allah Subhanahu wa ta'ala menguji siapkah dianyara kita yang paling baik amalannya.
Semoga yang sedikit ini bisa mencerahkan kita dan kami berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dari godaan setan yang terkutuk dan juga keburukan amal-amal kami, dan semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memudahkan kita untuk memahami ilmunya.
 
Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda:
 
“barangsiapa yang Allah subhanahuwata’ala inginkan kebaikan padanya, Maka Allah akan paham kan ia”
 semoga yang sedikit ini bermanfaat,
 
 
 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
 
Toili, Tirta kencana, Rabu 8 Mei 2019 M / 3 Ramadhan 1440 H
 
 
Penulis
 
Abu Mudzakkir at-Thoily