Lakukan Uji Produksi Morea 001, Warga Mekar Jaya Tuntut Dana Kompensasi

Foto : Lokasi sumur eksplorasi Morea 001 di Desa Mekar Jaya Kecamatan Toili Barat. (Marhum/utustoria)
Utustoria.com , BANGGAI - Warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Toili Barat melakukan aksi demonstrasi pada Kamis (4/4/2019) sekira pukul 09.30 Wita terhadap PT Pertamina EP Donggi - Matindok Field Asset 4 terkait adanya aktivitas pembakaran di sumur eksplorasi Morea 001 yang berada di desa setempat dan dinilai telah berdampak negatif pada lingkungan masyarakat.
 
Dalam aksi yang melibatkan puluhan warga dan dipimpin oleh Kadri ini menuntut dana kompensasi sebagaimana yang pernah disalurkan oleh Pertamina EP di sumur - sumur eksplorasi sebelumnya yang berada di Kecamatan Toili Barat.
 
Pada pantauan Utustoria.com, jika tuntutan warga tersebut tidak diamini oleh pihak Perusahaan, warga meminta agar aktivitas pembakaran uji produksi diberhentikan terlebih dahulu sebelum adanya solusi yang diberikan oleh pihak perusahaan.
 
Aksi yang dihadiri oleh Kepala Keamanan Pertamina EP Donggi - Matindok Kapten Inf Supardi dan Perwakilan Humas Pertamina EP Ikhsan ini mengajak keterwakilan massa aksi, serta Pemerintah Desa , Ketua BPD Mekar Jaya untuk melakukan musyawarah. Sehingga kurang lebih memakan waktu satu jam melahirkan solusi bahwa warga diminta untuk membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi dilapangan yang didampingi pihak Pertamina EP, agar membuktikan kebenaran dampak yang dihasilkan oleh aktivitas pembakaran tersebut.
 
Meski begitu, warga tetap menolak dari hasil musyawarah yang dilakukan oleh sejumlah perwakilannya, dan meminta agar pihak perusahaan plat merah itu untuk memberikan dana kompensasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan aktivitas pembakarannya.
 
"Berhentikan pembakaran kalau hari ini pihak Pertamina tidak bisa memberikan kepastian kepada kita,"teriak salah satu masa aksi, Saifuddin.
 
Namun pihak Pertamina EP tetap tidak dapat memberikan kepastian karena menganggap permintaan warga tidak melalui prosedur yang ada dan memiliki konsekuensi jeratan hukum.
 
"Kita harus mengecek dulu dilapangan, sehingga kita minta agar warga membentuk tim investigasi yang akan turun bersama pihak Pertamina, yang didampingi oleh Dinas terkait dan Kejaksaan,"tutur Kepala Keamanan PT Pertamina EP Donggi - Matindok.
 
Lanjut dia, dengan begitu hasil yang diperoleh dilapangan akan menjadi dasar perusahaan untuk dapat mengeluarkan anggaran dan tidak beresiko bagi mereka karena berstatus BUMN.
 
"Kalau tidak memiliki dasar dan bukti-bukti faktual kita tidak bisa memberikan kebijakan apapun,"tambahnya.
 
Merasa tidak menemui titik terang, pada pukul 12.00 Wita masa aksi pun membubarkan barisan dan dengan mengultimatum pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.