Ada Mayat Ditemukan di Sungai Batui

Foto : Mayat seorang lansia saat dievakuasi oleh personil Polsek Batui dan dibantu oleh warga setempat. (dok :Polsek Batui)
Utustoria.com , BANGGAI - Warga Kecamatan Batui di Kabupaten Banggai digegerkan dengan adanya penemuan mayat tak dikenal yang mengapung disungai Batui dekat rumah adat Kusalik Loa diwilayah Kelurahan Tolando pada Senin 25 Januari 2019 sekitar pukul 13.30 Wita.
 
Hal itu diketahui ketika seorang warga Kelurahan Sisipan Kecamatan Batui yakni Adi (21) ketika dirinya sedang berada ditepi sungai dengan membawa hewan ternak sapi untuk diberi minum. Saat itu dirinya melihat bongkahan yang mengapung disungai tersebut. Setelah diamati ternyata yang mengapung itu adalah mayat, dengan terkejut dirinya pun langsung memanggil sejumlah warga yang sedang berkebun disekitar TKP.
 
meski telah banyak warga yang menyaksikan adanya mayat ditengah sungai, tak satupun warga yang memberanikan diri untuk mengevakuasi. Dengan begitu,  warga langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Batui.
 
-Mengetahui berita tersebut sekitar pukul 14.20 Wita Wakapolsek Iptu Sudirman tiba di TKP bersama anggota dan langsung memerintahkan anggota untuk mengangkat korban dari tepi sungai ketempat daratan dan kemudian langsung memeriksa keadaan korban.
 
Saat dilakukan pemeriksaan, mayat tersebut mengalami luka dibagian pelipis sebelah kanan dan luka lecet dibagian betis sebelah kanan. Dan sekitar pukul 14.55 Wita, tim medis Puskesmas Batui sampai di TKP dan kembali melakukan pemeriksaan luar dan kemudian membawanya ke puskesmas batui dengan menggunakan mobil ambulans.
 
Ketika mayat korban telah berada di Puskesmas Batui, sejumlah warga yang datang untuk melihat mengetahui identitas mayat tersebut, yakni merupakan warga Dusun Kaman Kelurahan Sisipan atas nama Tolosok Tokek (70) .
 
Berdasarkan hasil analisa Kepolisian, korban saat itu sedang menyeberangi sungai, namun korban tersandung dan kepala korban terbentur batu. Akibat dari itu, korban tidak menyadarkan diri dan hanyut oleh arus sungai hingga meninggal dunia.
 
Dengan kejadian tersebut, keluarga korban telah ikhlas atas kepergian kakek umur 70 tahun itu karena kematiannya merupakan murni musibah yanh dialami , dan keluarga siap membuat surat pernyataan mengetahui pemerintah .