Program CSB 2019 , 200 Hektare Bakal Dicetak Di Toili

Foto : istimewa (Cnadaily.com)
Utustoria.com , BANGGAI - Pada rencana cetak sawah baru (CSB) ditahun 2019, di Kabupaten Banggai tepatnya diwilayah Dataran Toili akan dicetak seluas 200 hektare.
 
Hal tersebut diungkap oleh Komandan Kodim 1308/LB Letkol Inf Nurman Syahreda, SE selaku Kepala Pelaksana Lapangan (Kalaklap) diakhir pekan kemarin, Sabtu, (16/02/2019) yang dilansir Utustoria.com melalui cnadaily.com.
Pada program CBS tahun ini, kata Dandim 1308/LB ini, luas CSB sebanyak 200 Hektar dan lokasinya berada di Desa Saluan dan Desa Argakencana Kecamatan Moilong, Desa Dongin dan Desa Mekar Sari Kecamatan Toili Barat Kabupaten Banggai.
 
Menurutnya, Program Kerja Cetak Sawah Baru yang dilakukan oleh Kodim 1308/LB 2019 adalah hasil keputusan bersama antara Kementerian Pertanian RI bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI - AD) dalam pelaksanaan program cetak sawah.
 
“Pelaksanaan kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2015, dan keterlibatan TNI dalam mencetak sawah sesuai dengan aturan Undang-Undang nomor 34 tahun 2004, khususnya terkait tugas operasi militer selain perang dengan melakukan pendampingan dengan Kementan RI,” ungkapnya.
 
Hal itu kata Nurman sesuai dengan UU TNI nomor 34 tahun 2004, yang di dalamnya ada tugas operasi militer selain perang, yakni ada 14 tugas yang harus  dilakukan TNI dalam tugas operasi militer selain perang. Salah satu tugasnya yaitu membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan.
 
Pasiter Kodim 1308/LB Kapten Inf Dwi Karyo Basuki selaku Pasi Teknik CSB, pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa sehubungan dengan peninjauan medan untuk CSB tahun 2019 ini, mengharapkan kepada para Kelompok Petani (POKTAN) selaku penerima manfaat dari CSB  mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan cetak sawah, agar supaya kegiatan CSB dapat terlaksana sesuai dengan apa yang diharapkan.
 
Lanjutnya, Sebab manfaat cetak sawah itu bukan hanya bagi pemerintah dalam rangka menciptakan swasembada pangan, akan tetapi program pemerintah dalam pelaksanaan CSB ini juga untuk menjamin kesejahteraan rakyat serta masyarakat di Kabupaten Banggai khususnya maupun masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah dan masyarakat indonesia pada umumnya dalam menjamin ketersediaan sumber makanan pokok masyarakat.
 
Danramil 1308 - 03/Batui Kapten Inf Herman selaku Wakil Kepala Pelaksana Lapangan CSB (Wakalaklap) mengatakan bahwa selaku wakil kepala pelaksana lapangan, mengharapkan kepada masyarakat petani yang berada diwilayah Kecamatan Moilong dan Kecamatan Toili Barat, khusunya kepada kelompok petani (poktan) untuk lokasi yang akan dijadikan lahan CSB yang nantinya setelah dibuat, jangan sampai kembali menjadi lahan yang terbengkalai. Sebaliknya, adakan perbaikan dan pembenahan supaya lebih bermanfaat seperti apa yang diharapkan pemerintah.
 
Lanjutnya Danramil, sehubungan dengan penggunaan alat berat dalam proses cetak sawah tersebut, menghimbau atau berpesan kepada masyarakat dan Poktan khususnya yang menggunakan alat berat untuk CSB, agar bersama-sama dapat menjaga alat tersebut, supaya dalam  proses CSB nantinya dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai harapan kita bersama.
 
Sementara itu, Kasi Prasarana  dan Sarana Pertanian (PSP) Distan Kab. Banggai Fadli Salawali, S.P yang mewakili Kepala Dinas Pertanian  (Kadistan) menyampaikan, berdasarkan data statistik potensi cetak sawah di wilayah Kec. Moilong dan Kec. Toili Barat Kabupaten Banggai bagi masyarakat yang beralokasi diwilayah tersebut sangat tinggi, sehingganya Pemerintah Pusat mengucurkan dana untuk membantu masyarakat, apalagi di Kabupaten Banggai yang merupakan lahan lumbung padi terbesar di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.
 
Dengan perkembangan zaman dan pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun yang semakin besar, sehingganya area  persawahan masyarakat semakin menyusut karena adanya alih fungsi, yang dahulunya sawah dibuat menjadi bangunan rumah, toko, dan sebagainya. Oleh sebab itu, melalui program CSB oleh pemerintah berupaya untuk menjaga keseimbangan antara jumlah penduduk dan jumlah bahan pangan.
 
“Kami mengharapkan kepada masyarakat, marilah kita bersama-sama untuk mendukung program cetak sawah baru tahun 2019 ini, dan jika dalam pelaksanaan CDB 2019 ini dapat berjalan dengan baik, dan masyarakat maupun petani dapat mendukung program pemerintah dalam mengembangkan ketahanan pangan serta melaksanakan  kegiatannya sebagai petani sawah yang benar sesuai diharapkan, maka kedepannya lagi untuk tahun 2020 oleh pemerintah akan terus melanjutkan program CSB kepada masyarakat. Sebab program pemerintah  ini tiada lain selain untuk rakyatnya, dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan masyarkat di kabupaten banggai khusunya dan Negara Indonesia pada umumnya,” Tutup Fadli Salawali, S.P.
 
 
 
 
 
Sumber : cnadaily.com