Oknum Pegawai PT PLN Batui Terjerat Kasus Pungli

Foto : Kapolres Banggai saat melakukan konfrensi pers terkait terungkapnya kasus pungli yang dilakukam oleh oknum Pegawai PT PLN. (foto :ist)
Utustoria.com , BANGGAI - Jordan Christo Lumi (25), yang merupakan pegawai PT. PLN (Persero) selaku Kepala Kantor Jaga/Sub Rayon Batui terbukti melakukan pungli pada pemasangan meteran listrik baru di Kecamatan Batui.
 
Hal itu diungkap Kapolres Banggai AKBP Moch. Sholeh SIK, SH, MH, saat menggelar konfrensi pers terkait adanya kasus pungutan liar (Pungli) pada penyambungan meteran listrik baru (Kwh Meter) di Desa Ondo-ondolu dan Desa Ondo-ondolu 1, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Kamis (10/1/2019).
 
Kapolres Banggai AKBP Moch. Sholeh S.I.K SH. MH mengungkapkan kasus ini terjadi sekitar bulan Juni 2018 lalu. Saat itu, Suwarno selaku Kepala Desa Ondo-Ondolu mengajukan permohonan pemasangan meteran listrik baru sebanyak 294 calon namun hanya 207 pelanggan yang melakukan pemasangan.
 
“Pelakunya Jordan Christo Lumi (25), yang merupakan pegawai PT. PLN (Persero) selaku Kepala Kantor Jaga/Sub Rayon Batui,” ungkap Kapolres.
 
setelah itu, pelaku tersebut melakukan sosialisasi terkait dengan pemasangan meteran listrik baru yang ada di Desa Ondo-Ondolu tersebut dengan menetapkan harga pemasangan penyambungan meteran listrik baru untuk daya 900 VA dengan menggunakan instalasi sebesar Rp. 2.300.000.
 
 
“Sedangkan untuk daya 900 VA tanpa instalasi sebesar Rp. 1.800.000,” beber AKBP Moch. Sholeh.
 
Dari pemasangan tersebut, lanjut Kapolres, pelaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 757.000 untuk setiap pelanggan pemasangan baru dengan daya 900 VA dan untuk daya 1.300 VA dengan menggunakan Instalasi sebesar Rp.2.700.000 untuk daya 1.300 VA tanpa Instalasi sebesar Rp.2.200.000 dari biaya tersebut pelaku mendapatkan keuntungan Rp. 776.000 setiap pelanggan.
 
“Padahal sesuai aturan yang ada bahwa Daya 900 VA biaya pemasangannya sebesar Rp. 946.000 sedangkan untuk Daya 1.300 VA sebesar Rp.1.374.000,” ujar Kapolres.
 
Sehingganya, dari 207 pelanggan tersebut total keuntungan pelaku dari pungutan liat tersebut sebanyak Rp. 159.305.000. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 12 huruf (e) undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.
 
 
 
Editor    : Marhum
 
Sumber : Humas Polres Banggai