Truk Sawit Dinilai Bahayakan Pengendara

Foto : Truk sawit saat melintas diruas jalan di Kecamatan Toili tepatnya desa Tohitidari tanpa menggunakan jaring, sehingga dapat membahayakan pengendara lainnya. (utustoria/marhum)
Utustoria.com , BANGGAI - Sepanjang jalan wilayah Dataran Toili baik di Kecamatan Toili Barat, Toili dan Moilong sangat diramaikan dengan mobil truk bermuatan buah sawit.
 
Dengan kondisi tersebut para pengendara bermotor roda dua sangat khawatir akan terpimpanya buah sawit saat ingin melambung. Pasalnya, mobil truk selain tumpukan buah sawit yang melebihi tinggi kas itu, dinilai tidak savety (aman) karena tidak menggunakan pengaman (jaring) untuk menutupi dibagian atas kas mobil agar buah tidak terjatuh yang dapat mengancam keselamatan pengendara lainnya.
 
Terlebih, mobil yang menuju pabrik milik PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) itu tidak jarang ditemukan terbalik akibat badan jalan yang cukup sempit dan muatan yang cukup tinggi sehingga keseimbangan mobil tersebut tidak stabil.
 
"Harusnya ini menjadi perhatian serius pemerintah Daerah khususnya Dinas Perhubungan dan Polisi lalulintas agar dapat ditertibkan sebelum ada korban," ujar salah seorang warga Toili, Agus belum lama ini.
 
Terpisah, Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan (Dishub) banggai, Nyoman saat dikonfirmasi Utustoria.com mengatakan dalam UU (undang - undang) diatur tentang pemuatan JBB (jumlah berat bruto) dan JBI (jumlah berat yang diizinkan) dan pemuatan sesuai dengan keselamatan.
 
"Kalau kebetulan kita temukan pasti kita tegur, sebenarnya harus pakai jaring demi keselamatan,"ujar Nyoman, Kamis (20/12) saat dihubungi via Whatsapp.
 
Ditanya soal sanksi para pengendara mobil truk yang menyalahi aturan, Nyoman menjelaskan hal tersebut telaj diatur dalam UU 22 tahun 2009 tentang ll dan angkutan.
 
" Dan itu coba konfirmasi pada teman lalu lintas (Polantas) , termasuk truk yang melebihi kuota pada muatan,"tandasnya.