Tahun Depan, Bisnis Jual Beli Robot Mulai Masuk Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara memberikan sambutan dalam acara "Transformasi Robotics menuju Revolusi Industri 4.0" di Gedung Kementrian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Sabtu (15/12). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Utustoria.com , JAKARTA - Indonesia akan segera memasuki era baru dalam industri generasi keempat (industri 4.0). Adanya robot-robot yang menggantikan manusia bukan lagi menjadi sebuah harapan namun telah menjadi bagian dari rencana industri ke depan. 
 
Perusahaan penyedia robot, PT Pusat Robot Indonesia (PURI Robotic), mengaku bakal mulai mengimpor robot-robot canggih dari China. Robot-robot tersebut juga akan dipasarkan di Indonesia mulai tahun depan.
 
“Ini baru sampai 2 minggu, kita ngurus API-nya, izinnya, hampir 3 bulan ya, lumayan lama. Jadi tahun depanlah kita baru mulai menjual,” ungkap Presdir PURI Robotic Jully Tjindrawan di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Sabtu (15/12). 
 
Menurut Jully, pihaknya bakal menyediakan beberapa jenis robot yang sesuai dengan kebutuhan industri Indonesia. Beberapa sektor yang jadi target pasarnya antara lain rumah sakit, restoran, fasilitas umum seperti bandara hingga rumah pribadi. 
 
Jully mengaku, pihaknya cukup optimistis dengan industri robotik di Indonesia ke depan. Apalagi saat ini era industri mulai berubah dan pemerintah juga mulai memperlihatkan dukungannya. 
 
“Saya pikir pemerintah sudah membuka pintu. Pak Menkominfo (Rudiantara) bilang kita akan buka sekolah (robotik), berarti sudah membuka pintu sekali ya. Memang ASEAN manunggu kita punya robot Indonesia,” ujarnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga menyatakan apresiasinya atas upaya PURI Robotic menjadi pelopor robot di Indonesia. 
 
Menurut Rudiantara, memasuki revolusi industri 4.0, masyarakat Indonesia harus mulai melek teknologi termasuk soal kehadiran robot pintar.
 
“Kita harus cepat kuasai teknologi yang berhubungan dengan industri 4.0. Kita sudah masuk industri 4.0. Kekurangan kita talenta, jadi kita harus mendidik,” ujarnya. 
 
Rudiantara menjelaskan, dengan perkembangan teknologi saat ini, perusahaan-perusahaan mempunyai peluang untuk menjadikan robot dalam membantu produksi dan pelayanan. 
 
Untuk itu sebagai bentuk dukungan, Kemkominfo telah membuat program pendidikan tanpa gelar bertajuk "Digital Talent Scholarship" atau beasiswa pelatihan intensif, guna menyiapkan SDM dalam mendukung transformasi digital di Indonesia menuju industri 4.0, serta peningkatan ekonomi digital. Program ini akan dikembangkan untuk menjangkau 20.000 orang di tahun 2019. 
 
“Kominfo siapkan (beasiswa) Digital Talent, tapi di level teknisi, bukan enginering, artinya keterampilan. Inilah yang kita lakukan di 2019,” tandasnya.
 
 
 
Penulis : Dewi Rachmat.K
 
Sumber : Kumparan.com