Karena Tujuh Poin Ini, Warga Moilong Minta Kades Diberhentikan

Foto : Sejumlah warga Desa Moilong saat melakukan aksi di depan kantor Camat Moilong, Senin (19/11). (Utustoria/ist)

Moilong, BANGGAI, utustoria.com

Warga Desa Moilong, Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai kompak melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Camat Moilong pada Senin (19/11) sekitar pukul 09.30 Wita terkait meminta kepada Camat Moilong agar Kepala Desa Moilong yakni Mustamin untuk diberhentikan dari jabatan Kepala Desa, karen dianggap tidak sesuai dengan konstitusi serta merugikan masyarakatnya.

Aksi tersebut ini dilakukan karena terdapat beberapa poin kebijakan Kepala Desa yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat setempat. Yakni diantaranya :

a. Perubahan penerima raskin (beras miskin) dilakukan sepihak oleh pemerintah desa.

b. Diduga pemerintah desa melakukan pemotongan bantuan langsung tunai.

c. Pemagaran pemakaman tanpa pemberitahuan.

d. Diduga melakukan penyalahgunaan ADD dan DD (pembangunan tidak berdasarkan usulan masyarakat/musrenbang).

e. Akan merencanakan merubah masjid desa menjadi tempat pengajian secara sepihak.

f. Tidak teransparan kepada masyarakat menyangkut pertanggung jawaban ADD dan DD.

g. Pemerintah yang mengedepankan arogansi dan bersifat otoriter dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Desa.

Sehingganya, dengan sejumlah poin tersebut mengundang sejumlah masyarakat yang didominasi sejumlah ibu-ibu rumah tangga untuk melakukan aksi dengan membentangkan sebanyak empat sepanduk yang seluruhnya bertujuan untuk meminta agar Camat sebagai perpanjangan tangan untuk memberhentikan Kepala Desa Moilong dari Jabatannya.

Korlap aksi, Waldi dalam orasinya meminta agar berhentikan secepatnya kepala desa Moilong dari jabatannya, meminta agar kepala desa dinonaktifkan selama proses permasalahan belum selesai, meminta karateker secepatnya untuk menggantikan kepala desa atas pertimbangan masyarakat dalam jangka waktu 3 hari, mempercepat proses penyelesaian masalah pemberhentian kepala desa dalam kurun waktu 30 hari kerja, apabila dalam kurun waktu yang telah ditentukan permaslahan belum selesai, maka kami dari masyarakat Moilong menggugat akan melakukan aksi yang lebih besar dan melakukan penyegelan kantor desa Moilong dan kantor Kecamatan Moilong.