Ini Saran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Untuk Para Peternak Sapi

Foto : Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan RI Drh. I Ketut Diarmita bersama Sekda Kabupaten Banggai saat menyambangi pameran ternak sapi di Desa Bukit Makarti, Toili Barat, Banggai, Sulteng. (Utustoria/Marhum)

Toili Barat, BANGGAI, utustoria.com

Dalam meningkatkan program Upaya Khusus Sapi Wajib Bunting (Upsus Siwab) 2018 di Kabupaten Banggai, Direktur Jendeal Peternakan dan Kesehatan Herwan Republik Indonesia Drh. I Ketut Diarmita berkunjung ke Luwuk Banggai terkait kunjungan kerjanya pada Sabtu (17/11) bertempat di Lapangan Desa Bukit Makarti Kecamatan Toili Barat yang dirangkaian dengan pameran sapi.

Dalam kegiatan tersebut, selain dihadiri oleh Dirjen Petrrnakan dan Kesehatan hewan RI, dihadiri pula oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sulteng, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Banggai, Dan unsur Forkopimcam yang ada di Kabupaten Banggai.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan RI Drh. I Ketut Diarmita pada sambutannya mengatakan demi meningkatkan populasi sapi didaerah ini, konsep memelihara sapi tentu harus menjadi kewajiban bukan merupakan sambilan demi pengisi waktu saja. Sebab, dengan memelihara yang sungguh-sungguh dan memberikan pakan sapi yang berkualitas maka reproduksi sapi pun bisa lebih baik.

"Apalagi saya dengar di Kabupaten Banggai ini banyak warga dapat menyekolahkan anaknya dari hasil ternak, hal ini memang sangat mendukung,"tutur pria asal pulau Dewata Bali ini.

Selain itu, untuk lebih meningkatkan populasi sapi, peternak diharapkan jika ingin menyembelih tidak memilih sapi betina dan yang masih produktif. Karena jika tidak, dirinya meyakni sapi tidak akan berkembang biak dengan baik dan justru populasinya semakin menurun. Apalagi jika sapi betina yang dalam kondisi bunting yang harus disembelih.

Terlebih konsep yang dapat diterapkan, lanjut pria berkaca mata ini menyarankan kalau peternak dapat membuat kelompok agar dapat memperoleh bantuan dana KUR 7 persen serta memiliki asuransi sapi.

"Sisi lainnya, akan ada kekompakan antara peternak terkait harga sapi yang akan dijual, agat tidak mudaj dipengaruhi oleh tengkulak sapi yang dapat seenaknya mengatur harga penjualan sapi,"tambahnya.

Ia berharap Dinas terkait dapat mensosialisasikan jenis-jenis rumput (pakan sapi) yang berkualitas kepada seluruh peternak, agar dapat ditanam dan diberi kepada seluruh ternak yang ada.

"Bibit rumputny ada, tinggal yang mau tanam ada apa tidak,"ujarnya.