Aneh, Oknum Wartawan Dipanggil Bawaslu Banggai Karena Berita

Foto : Ilustrasi ( kabarcelebes.id)

Luwuk, BANGGAI, utustoria.com

Bawaslu Kabupaten Banggai diduga telah melampaui kewenangannya sebagai Badan Pengawas Pemilihan Umum. Pasalnya terdapat surat pemanggilan terhadap oknum wartawan koran harian Luwuk Post (LP) yakni Sofyan Labolo.

Dalam surat tersebut , Sofyan diminta untuk melakukan klarifikasi soal berita Pergantian Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura, Rabu (14/11/2018).

Pria yang akrab disapa Pian ini mengaku telah dua kali mendapatkan undangan klarifikasi tertanggal 12 dan 13 November 2018 dari Bawaslu Banggai. Ia pun merasa bingung atas tindakan Bawaslu yang menurutnya sudah melampaui fungsi yang harusnya fokus pada pengawasan penyelenggaraan Pemilu serentak 2019.

“Dua kali saya dipanggil Bawaslu untuk klarifikasi, tapi nanti undangan kedua baru bisa hadir,” jelas Sofyan saat dilansir dari lensasulut.com

Awalnya ia mengaku enggan menanggapi panggilan yang ditandatangani oleh ketua Bawaslu Welly Ismail tersebut. Mengingat substansi berita dengan judul ‘Alimudin Gantikan Erik di Bapilu’ pada edisi 1 November 2018 yang akan diklarifikasi Bawaslu Banggai, telah terklarifikasi pada dua edisi terbitan Senin 5 November dan Jumat 9 November 2018 pada media yang sama.

“Pada dua edisi tersebut seharusnya telah terklarifikasi dengan jelas dan narasumbernya lengkap, yakni dari komisioner Bawaslu Irman Badahu dan Ketua DPC Hanura Banggai I Wayan Supadiyasa. Ini kan telah terklarifikasi secara terbuka ke publik pada dua terbitan harian Luwuk Post tersebut,” ujar Sofyan pada LP edisi 15 November 2018.

Ditanya soal materi klarifikasi yang diajukan Bawaslu, ia mengungkapkan bahwa ada beberapa pertanyaan yang ditujukan kepadanya, yakni pertanyaan pembuka, pertanyaan isi seputar masalah yang dipersoalkan, dan pertanyaan penutup. Dari kategori pertanyaan itu, pertanyaan isi lebih banyak, yakni 11 poin.

Pada pemeriksaan ini, wartawan liputan pemilu dan parlementeria ini merasa terkejut karena tindakan Bawaslu menurutnya tak tanggung-sampai empat orang komisioner mengajukan pertanyaan kepadanya. Empat komisioner tersebut yakni, Welly Ismail, Muh Adamsyah Usman, Nur Janah Ahmad, dan Irman D Budahu. Pemeriksaan pun berlangsung di ruang kerja Ketua Bawaslu Banggai, sejak pukul 10.17 sampai 11.12 wita.

“Ini kejadian unik, sebab selama sembilan tahun menjadi wartawan baru kali ini diperksa Bawaslu dan bukan di Dewan Pers terkait pemberitaan,” tandasnya.

Sumber : Berita ini telah terbit di Lensasulut.com dengan judul. " Bawaslu Banggai Diduga Lampaui Kewenangan".

Editor : Marhum