Dirjen Kementerian Perhublaut Tinjau Kapal KN 13 Di Pagimana

Foto : Pemda Banggai saat mengunjungi Pelabuhan Tol Laut yang berada di Kecamatan Pagimana, Banggai.(Utustoria/ist)

Pagimana, BANGGAI, utustoria.com

Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai sangat apresiasi dengan telah hadirnya kapal Kendhaga Nusantara 13 di pelabuhan Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Selasa (06/11).

Kegembiraan tersebut terlihat ketika Bupati Banggai Herwin Yatim yang bersama wakil Bupati Banggai Mustar Labolo mendampingi dirjen Kementerian Perhublaut Ibu Nurhaeda di pelabuhan pagimana untuk melihat kapal tersebut.

Kapal Kendhaga Nusantara 13 tersebut merupakan sarana transportasi tol laut untuk mendukung keseimbangan harga untuk barang dan sembako yang didistribusikan ke masyarakat Banggai, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat stabil dan semakin membaik.

Menurut khadijah, homebess dari kapal tersebut berlokasi dipelabuhan bitung, dan melintasi rute Kendari, Poso, Pagimana, Mantangisi dan Tilamuta diperairan gorontalo.

“Kita harus gembira dengan kapal ini dan harus kita manfaatkan dengan baik karena bapak presiden kita ir Jokowidodo mencanangkan kapal tol laut yakni kapal kontener yang memuat barang dari daerah asal ke daerah kita Kabupaten Banggai”. Ujar Herwin.

Herwin Yatim menambahkan selain hasil usaha produksi, Banggai juga sangat kaya dengan hasil bumi. Sehingganya dengan adanya kapal tol laut yang bersubsidi ini masyarakat bisa terbantukan dan bisa sejahtera.

Ia juga meminta agar pemerintah kecamatan Pagimana bisa mengawasi dan mengontrol kondisi dan situasi kapal tol laut.

Disamping itu, Mustar Labolo menambahkan kapal tol laut sebagai sarana transportasi laut untuk mengirim barang sembako dan yang perlu di ingat hasil produksi boleh dikirim akan tetapi hasil yang dilarang seperti senjata dan yang dilarang tak bisa di kirim.

Diakhir kegiatan, kementerian perhubungan laut memberikan bantuan kepada daerah Kabupaten Banggai dan ditujukan kepada masyarakat Pagimana Desa JayaBakti, desa giwang dan sejumlah kelompok yg lain berupa 2 unit frezer pendingin.

Sumber : Transsulawesi.com