Ajak Kerumah Tante, Adik Ipar Malang Ini Malah Digagahi

Foto : Penyidik Polsek Bualemo saat mengintrogasi SN di Mapolsek Bualemo.(Utustoria/Polres Banggai)

Luwuk, BANGGAI, utustoria.com

Pemerkosaan anak dibawah umur kembali terjadi. Kali ini Mawar (nama samaran) wanita yang masih duduk dibangku kelas XI di SMA Kecamatan Bualemo itu digagahi oleh kakak iparnya yakni SN.

Menindaklanjuti hal tersebut, Penyidik Polsek Bualemo langsung menyerahkan berkas perkara dan tersangka kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai, pada Rabu (7/11).

Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh, SIK, SH, MH, melalui Kapolsek Bualemo AKP H. Uin Sasube mengatakan, akibat prilaku bejatnya tersangka di jerat Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 16/2016 tentang penetapan menjadi Perpu Nomor 1/2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlidungan anak.

“Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliyar,” ujarnya.

Lanjut dia, kasus pemerkosaan itu bermula sejak 14 Juli 2018 lalu. Ketika itu Mawar bersama kakaknya (istri tersangka) pergi ke acara pesta perkawinan di Desa Binsil K, Kecamatan Bualemo. Sekira pukul 01.00 Wita, usai acara dero SN mengantar istrinya untuk pulang dengan menggunakan kendaraan roda dua. usai mengantar sang istri, SN kemudian balik dan menemui Mawar, dan menyampaikan kalau korban dipesan oleh tantenya untuk ke rumahnya yang berada di Desa Binsil Padang.

“Usai mengantar istrinya, tersangka kemudian kembali menemui korban dan mengatakan jika korban dipanggil oleh tantenya di desa Binsil Padang,” tambah AKP Usin Sasuabe.

Dengan kepolosannya, Mawar tidak menaruh curiga sedikitpun adanya niatan bejat sang ipar dan langsung naik ke atad motor. Namun, sampainya di rumah yang maksud motor milik SN masih saja mengencangkan gasnya. Dan diantaranya desa Binsil Padang dan Desa Bima Karya, tersangka membelokan kendaraanya ke arah pinggiran pantai.

“Saat itu korban masih sempat bertanya, kita mau kemana, namun dijawab oleh tersangka, sudah ikut saja,” sebut AKP Uin Sasuabe saat meniru dalam perbincangan keduanya.

Saat dipinggir pantai, SN menghentikan motornya dan langsung mengungkapkan perasaan isi hatinya kepada Mawar.

“Dan untuk menipu tersangka, korban pun menjawab dengan iya. Kemudian mengajak tersangka untuk kembali,” bebernya.

Namun, lanjut Kapolsek, tanpa disangka SN langsung membanting Mawar dan menyekap lengan korban dengan menggunakan lengan kanan, sedangkan lengan kiri tersangka melapas celana korban.

“Tersangka kemudian langsung melakukan aksi bejatnya,” terang perwira tiga balak itu.

Usai melakukan aksinya, tersangka kemudian menyuruh Mawar untuk mengenakan kembali celana. Sambil mengancam agar tidak menceritakan perlakuannya itu kepada istrinya.

“Kepada korban, tersangka mengatakan jika kamu ceritakan, maka saya akan tinggalkan kakak dan bersama ponakan mu,” kata Kapolsek.

Korban kemudian di bonceng kembali oleh tersangka ke tempat acara pesta dan tersangka kemudian kembali ke rumah. Setelah persitiwa itu, korban tidak lagi tinggal serumah bersama kakaknya dan memilih untuk tinggal bersama tantenya di Desa Binsil Padang Kecamatan Bualemo.

Merasa curiga dengan gelagat korban, pada bulan September 2018, tante Mawar pun mengundang kakak dan ibu Mawar, untuk menayakan persoalan persoalan yang dialami Mawar, sebab sikapnya sangat berbeda dari sebelumnya.

“Korban kemudian menceritakan yang sebenarnya,” tambah Kapolsek Usai mendengar cerita Mawar, pihak keluarga kemudian melaporkan tersangka ke Polsek Bualemo untuk diproses lebih lanjut.