I Kadek Arya Andika, Warga Toili Yang Dinyatakan Hilang Pada Bencana Pasigala

Foto : Pemberian bantuan oleh Babinkamtibmas dan Destana Toili Barat kepada orang tua I Kadek Arya Andika dirumah duka, Uwelolu, Toili Barat.(utustoria/ist)

Toili Barat, BANGGAI, utustoria.com

I Kadek Arya Andika merupakan salah satu pelajar asal Desa Uwelolu Kecamatan Toili Barat Kabupaten Banggai yang menuntut ilmu di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah di Palu.

Namun perjalan seorang anak laki-laki yang berusia 17 tahun ini putra dari I Ketut Sumantra terhenti ketika terjadi bencana Gempa Bumi dan Tsunami pada Jumat (28/9/2018) lalu. Pasalnya, pasca bencana yang menelan korban meninggal sekitar 2000 jiwa lebih itu Arya sapaan akrabnya ini tidak lagi terdengar dan telah dinyatakan hilang.

Isak tangis dan kesedihan tidak lagi dapat membawa kabar anak kesayangan Sumantra itu, sehingga dengan hati yang ikhlas keluarga telah merelakan dan ikhlas menerima apa yang telah menimpa buah hati mereka dengan melakukan proses upacara ngaben yang merupakan upacara kematian umat hindu pada Selasa (30/10) yang dimulai sekitar pukul 08.00 Wita.

Pada upacara tersebut dihadiri oleh masyarakat adat desa Uwelolu, ketua PHDI desa Uwelolu, ketua adat Uwelolu, Sekdes Uwelolu.

Disela-sela proses upacara ngaben tersebut, Kelompok Kerja (Pokja) Destana Toili Barat dan 3 Babinkamtibmas Subsektor Toili Barat menyalurkan rasa suka duka mereka melalui pemberian bantuan oleh pihak keluarga dalam bentuk sembako yang ditema langsung oleh I Ketut Sumantra yang merupakan ayah korban.

"Hingga saat ini Arya belum ditemukan, sehingga telah dinyatakan hilang. Arya juga merupakan anak yatim karena ibunya pun telah tiada. Sehingga dengan rasa peduli dan rasa duka bersama kami Babinkamtibmas dan Pokja Destana Tolbar memberikan sedikit bantuan untuk keluarga korban,"jelas Babinkamtibmas I Made Suastana.