Lapak Dibongkar, Sejumlah Pedagang Protes

Foto : Sejumlah pedagang Pasar Simpong saat memprotes Pemda Banggai agar tidak melakukan tebang pilih terkait penertiban lapak.(istimewa)

Luwuk, BANGGAI, Utustoria.com

Sejumlah personil Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kabupaten Banggai melakukan penertiban lapak Pasar Simpong yang terletak tepat dipesisir pantai, pada Sabtu (19/10) sekira pukul 08.00 Wita.

Dalam penertiban tersebut, terdapat 96 lapak milik pedagang yang telah dibongkar dan rencananya akan direlokasikan ke lapak yang berada didalam pasar tersebut agar dapat diatur dengan rapi. Namun sayangnya, dari 96 pedagang , hanya 24 pedagang yang memiliki lapak yang berada didalam pasar Simpong , sedangkan 72 pedagang mengaku tempat yang diberikan oleh Pemerintah Daerah tidak layak untuk digunakan dan telah berstatus milik orang lain.

"Yang punya lokasi didalam pasar hanya 24 orang, sedangkan kita masih tersisa 72 orang. Adapun yang diberikan lapak oleh Pemda itu telah menjadi hak milik orang lain dan dinilai tidak layak digunakan,ujar salah satu pedagang Refli Kasim pada Utustoria.com.

Tidak hanya itu saja, dalam penertiban pasar Simpong itu terdengar beberapa keributan para pedagang yang meminta Pemerintah dalam hal ini Bupati Banggai tidak melakukan tebang pilih terkait penertiban tersebut. Pasalnya, para pedagang juga Meminta sejumlah lapak yang berdiri diatas badan jalan jalur dua juga harus dilakukan penertiban, karena jalan tersebut telah tidak digunakan sebagaimana mestinya.

"Untuk pedagang yang telah ditertibkan tidak ada yang merasa keberatan, tapi pemerintah daerah jangan tebang pilih, lapak yang berada dijalur dua harus ikut dibongkar karena telah menduduki fasilitas umum,"tambah Refli.

Sehingganya, jika Pemda Banggai tidak melakukan penertiban tersebut, maka sejumlah pedagang yang telah ditertibkan tersebut akan melakukan aksi protes terhadap pemerintah daerah.

"Karena kita sama-sama telah menyalahi aturan, tidak jadi masalah untuk dibongkar tapi harus adil,"tandanya.