Warga Mantawa Lakukan Aksi Palang Mobilisasi Material Milik PT API

Foto : Sejumlah warga Desa Mantawa melakukan aksi pemalangan jalan disimpang empat desa tersebut.[Utustoria/Marhum]

Toili Barat, BANGGAI, utustoria.com

Warga Desa Mantawa Kecamatan Toili Barat melakukan aksi pemalangan jalan terkait mobilisasi material timbunan RIG sumur eksplorasi Morea 001 Desa Mekar Jaya milik PT Aliance Prima Indah (API), pada Sabtu (13/10) sekira pukul 09.00 Wita.

Betapa tidak, warga desa tersebut merasa kesal karena pihak PT API dinilai tidak dapat memberdayakan masyarakat dalam aktivitas perusahaan tersebut diwilayah mereka.

Dalam pantauan Utustoria.com, terdapat 10 mobil dump truk 10 roda yang tidak diperbolehkan melintas di Desa Mantawa sebelum pihak PT API membuat pertemuan dengan masyarakat serta Pemerintah Desa setempat.

"Kita sebagai warga disini merasa dirugikan, karena adanya proses pemuatan material ini yang menggunakan mobil 10 roda dapat merusak jalan umum yang ada. Apalagi tipe jalan kita disini rupakan tipe C,"ujar Tokoh Masyarakat Mantawa, I Ketut Sudarsana.

Terlebih lagi, pihak perusahaan tidak pernah bermusyawarah dengan pemerintah desa setempat. Karena tidak hanya itu saja, terkait rektutmen tenaga kerja pihak perusahaan tidak melibatkan secara langsung warga setempat. Padahal adanya perusahaan ini dapat memberdayakan warga yang memiliki skil maupun non skill.

"Apalagi material timbunan yang dimuat oleh sejumlah mobil dump truk ini berasal dari Desa Samalore Kecamatan Toili, padahal wilayah Kecamatan Toili Barat memiliki dua ijin resmi galian C yang terletak di Desa Bukit Makarti dan Mantawa namun tidak digunakan oleh pihak perusahaan tersebut,"tambah pria yang juga mantan Kepala Desa Mantawa ini.

Sehingganya, dengan adanya aksi tersebut warga setempat meminta agar pihak perusahaan PT API tidak melakukan mengangkutan material sebelum melakukan pertemuan dengan warga serta pemerintah desa setempat.

Terpisah, Humas PT API Awaludin menyampaikan dirinya akan berupaya mempertemukan atasan PT API dengan warga Mantawa dan menghentikan sementara aktivitas pengangkutan material.

"Pihak PT API sebenarnya bersedia untuk melakukan pertemuan sore ini, hanya warga Mantawa masih memiliki kesibukan keagamaan, sehingga pertemuan akan dilakukan besok sore hari,"singkatnya.