Tsunami di Palu, Korban Sementara Tercatat 384 Orang

Foto : Kondisi salah satu masjid besar dikota Palu paska terjadinya gempa dengan kekuatan 7,7 SR.(istimewa)

PALU, utustoria.com

Gempa dengan kekuatan 7,7 magnitudo melanda Donggala dan Kota Palu Sulawesi Tengah, Jumat (28/9), sekitar pukul 17.02 WIB.

Tidak lama dari waktu gempa, Kota Palu pada bagian pesisir dilanda tsunami disekitar bibir pantai kota Palu.

Hari ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban gempa dan tsunami di Palu sebanyak 384 orang hingga Sabtu (29/8/2018) siang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengungkap bahwa data tersebut hanya kota palu. Belum termasuk data dari Donggala.

"Jumlah 384 orang meninggal dunia, ini hanya yang di Palu, belum yang di Donggala," Ujar Sutopo dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (29/9).

Sutopo menyebut saat ini para korban ditangani oleh beberapa rumah sakit si Palu, seperti Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Samaritan, dan Rumah Sakit Wirabuana.

Saat ini proses evakuasi masih dilakukan oleh BNPB dan Tim Sar Gabungan. BNPB memperkirakan jumlah korban masih akan terus bertambah, kata Sutopo.

"Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena masih dalam proses evakuasi. Belum semua korban yang ditemukan bisa diidentifikasi di rumah sakit," lanjutnya.

Puluhan hingga ratusan orang diperkirakan belum dievakuasi dari reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa berkekuatan 7,4 skala Richter yang memicu Tsunami di Sulawesi Tengah.

BNPB mencatat kebanyakan orang yang meninggal itu adalah korban gempa. Hotel Roa-Roa di Palu juga ambruk hingga rata dengan tanah akibat gempa 7,4 skala Richter itu.

Sementara itu, BNPB belum dapat memastikan informasi mengenai kerusakan dan korban gempa di Donggala karena akses yang masih sulit.