Polsek Toili Dan Camat Diminta Tindaki Antrean Jeriken di SPBU Singkoyo

Foto : Kondisi antrean kendaraan bermotor dan jeriken di SBPU Singkoyo, Selasa (25/9) sekira pukul 20.00 Wita.(dok.redaksi)

Toili, BANGGAI, utustoria.com

Meski pelayanan sering dikeluhkan, SPBU Singkoyo yang berada di Kecamatan Toili hingga saat ini masih saja melayani jeriken milik pengantre untuk dilakukan pengisian.

Pasalnya, dengan membludaknya antrean jeriken 35 Liter, baik dinosel premium, pertalite dan solar membuat sejumlah kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat harus rela bersabar dan bersitegang dengan pengantre jeriken karena menunggu dengan durasi waktu yang cukup membosankan.

Amatan Utustoria.com, pada Selasa (25/9) sekira pukul 20.00 Wita, SPBU Singkoyo yang dimiliki oleh salah satu konglomerat di Kabupaten Banggai itu sangat dipenuhi para pengantre karena banyaknya tumpukan jeriken.

"Saya mulai sore mas disini, tapi sampe sekarang mobil saya belum dapat solar juga, bagaimana banyak jeriken yang disimpan depan nosel itu,"tutur Wandi,salah satu pengantre yang ditemui Utustoria.

Para pengantre sangat mengecewakan pihak SPBU yang lebih mementingkan pengisian jeriken dibanding kendaraan bermotor yang telah diatur dalam ijin yang ada. Apalagi setiap pengisian jeriken pihak SPBU mendapatkan keuntungan Rp 10 ribu hingga 15 ribu per jerikennya, sehingga itu menjadi alasan kuat kalau jeriken lebih dilayani.

Namun, dalam kondisi seperti itu, pihak Kepolisian Sektor Toili dan Camat Toili diminta tidak tinggal diam. Sebab, SPBU yang jaraknya kurang lebih 1 Kilometer dari Mapolsek Toili dan Kantor Camat itu dianggap telah melanggar aturab yang ada.

"Harusnya, Camat dengan Kepolisian harus tanggapi ini, apalagi Kapolres sudah bersatemen kalau ada SPBU nakal bakal ditindaki,"ujar salah satu pengantre, Anto.