Akan Ada MOU Pasca Sosialisasi Penyelidikan Seismik Pertamina EP

Photo: Sosialisasi penyelidikan Seismik/Riel

Toili, Banggai. Utustoria.com

Sosialisasi yang digelar oleh Pertamina EP di Balai Desa Tirta Kencana, Toili, Kabupaten Banggai dimediasi oleh Pemerintah Kecamatan Toili. Dalam acara tersebut Camat Toili, Andi Rustam Pettasiri  meminta kepada keseluruhan masyarakat yang hadir agar kiranya dapat terlibat aktif untuk menyuarakan aspirasi mereka dalam hal membantu suksesnya proses pembangunan investasi yang ada di daerah, khusunya di kecamatan Toili.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakapolsek Toili, Iptu Syamsudin, forum kepala Desa Toili (FORKADES Toili), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Pengurus Kecamatan Toili Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI Toili), Forum Pemuda Toili Bersatu (FPTB), Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-POLRI (GM FKPPI) dan beberapa tokoh masyarakat.

Adapun poin penting yang disampaikan sebagai materi sosialisasi oleh pihak perusahaan antara lain terkait dana kompensasi warga yang terkena dampak. Pihak perusahaan mengungkapkan akan tetap ada dana kompensasi yang disalurkan untuk warga yang mengalami dampak kerja perusahaan. Disampaikan juga dalam sosialisasi tersebut tentang tahap pelaksanaan kerja, meskipun tidak disampaikan secara pasti tanggal pengerjaan seismik Pertamina EP akan dimulai.

Antusiasme peserta sosialisasi terlihat sangat signifikan, hal ini ditandai dengan tanggapan salah satu anggota GM FKPPI, Yudi Mile. Yudi mengatakan bahwa ada beberapa prosedur yang terkesan diabaikan oleh pihak perusahaan, dalam hal ini salah satu yang disebutkan, adalah tahapan kerja yang sudah lebih dulu dimulai sebelum sosialisasi dilaksanakan. “Pemasangan GPS sudah dilaksanakan di beberapa wilayah desa yang kepala desanya juga belum mengetahui akan hal tersebut” Ungkap Yudi.

Selaras dengan yang diinginkan oleh Forum Kepala Desa Toili, mereka mengecam apabila pihak perusahaan akan memulai tahapan kerja sebelum diadakannya kesepakatan bersama yang mengacu pada kemaslahatan warga. “Jangan dulu kerja sebelum ada MOU” Tegas ketua Forkades.

Tidak hanya itu, persoalan vital lainnya yang diungkap oleh Kepala Desa Mulyasari, Nyoman Lantre, terkait dana kompensasi yang dibagikan kepada warga pada akhir tahapan kerja perusahaan. Menurut Lantre bahwa mereka sering diresahkan dengan janji-janji kompensasi pihak perusahaan. “kami sudah sering tidak mendapatkan apa-apa ketika proyek dan seluruh pekerjaan perusahaan selesai, kami hanya selalu menerima dampak tanpa ada kompensasi”

Dengan semakin alotnya komunikasi yang terbangun di dalam forum dan beberapa persoalan yang juga belum dapat ditanggapi oleh pihak perusahaan, maka solusi yang diambil adalah akan diadakannya diskusi khusus yang dapat melahirkan sebuah kesepakatan bersama/Memorandum of Understanding (MOU). (Riel)