Diduga Ada Pungli: Pendidikan Gratis Bukan Untuk SMA 1 Toili

Photo: SMA N 1 Toili/ Aoem
Toili, Banggai. Utustoria.com
Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah cita-cita kehidupan berbangsa dan negara yang ditandai dengan program wajib belajar 12 tahun, dimana semua orang harus mengenyam pendidikan. Tidak tanggung-tanggung negara mengucurkan hingga 20 persen Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk biaya pendidikan, salah satu bentuk konkrit yang dapat kita lihat adalah diadakannya dana Bantuan Operasional Siswa (BOS). 
 
Mengacu pada gambaran umum sistem pendidikan Indonesia seperti yang ada di atas, tampaknya hal itu tidak berlaku bagi warga Toili yang anaknya bersekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Toili (SMA N 1 Toili). Pasalnya beberapa orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya mengeluhkan pembayaran biaya sekolah yang di kemas oleh pihak sekolah dalam bentuk sumbangan dan pungutan. Data yang kami terima Setiap siswa dibebankan oleh pihak sekolah dengan nominal sumbangan yang telah ditentukan jumlahnya yakni Rp.1.250.000. 
Seharusnya sudah tidak ada lagi pembiayaan pendidikan yang harus ditanggung oleh orang tua siswa dengan adanya berbagai macam bantuan pemerintah, salah satunya dana BOS tersebut.
 
“Padahal saya sudah memiliki surat keterangan tidak mampu, dan beberapa anak rekan saya juga memiliki Kartu Indonesia Pintar tetapi kami tetap harus membayar sumbangan dan pungutan yang diberlakukan sekolah” Ungkap salah satu orang tua murid.
 
Berdasarkan keluhan diatas, Hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak terkait sehingga ada penelurusan lebih mendalam terhadap kasus tersebut, agar cita-cita bangsa dalam hal pendidikan tetap dapat terwujud sebagaimana mestinya. (Riel)