PROSES PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN DIKELUHKAN WARGA

Photo: Ruas Jalan lintasan proyek. Desa Jaya Kencana/ Uji

Toili, Luwuk Banggai. Utustoria.com

Proyek pembangunan jalan dan jembatan di kecamatan Toili yang melintasi tiga desa menuju ke akses daerah pariwisata pantai Minahaki sudah dalam tahap proses pembangunan. Sejak akhir Mei  pengerjaan telah dimulai, hanya saja tahap-tahap awal pengerjaan sering mengalami kendala akibat sering adanya curah hujan yang berlebih.

Proyek ini dilaksanakan di desa Jaya Kencana hingga desa Minahaki yang memakan biaya Rp. 12.004.600.000 (Dua Belas Milyard Empat Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) dengan penyedia jasa PT.Kurnia Luwuk Sejati.

Proyek yang ditargetkan akan selesai pada 30 November 2018 ini dikeluhkan oleh warga.  Keluhan warga mengacu pada terganggunya aktifitas transportasi mereka. Sejauh proses pembangunan berjalan, water tank yang disediakan hanya satu unit, padahal keluhan warga kerap kali muncul diakibatkan dengan banyaknya debu yang mengganggu jarak pandang ketika harus melewati lintasan proyek tersebut. Hal ini memunculkan asumsi pada sebagian warga, bahwa tidak berbanding lurus antara anggaran yang ada dengan alat proyek yang tersedia. “saya sering kali harus masuk lubang pada saat mengendarai motor, karena debu yang kadang-kadang masuk ke mata, apalagi saat jam anak-anak pulang sekolah debu nya sangat banyak”. Ungkap Rifi salah satu warga setempat.

Ditempat yang lain, salah satu warga juga ikut mengatakan bahwa mobil water  tank tidak beroperasi secara maksimal. “biasa sehari itu tidak ada muncul mobilnya dan kalaupun ada harusny ajangan hanya sekali dalam sehari, karena sekarang sudah masuk musim panas, kalau hanya sekali, ya berselang  1 jam berdebu lagi, jadi biasa kita inisiatif sendiri untuk menyiram jalannya” tutur Utin.

Keluhan akan debu yang  sangat menggangu aktifitas menjadi problem utama pembangunan. Saat ditemui oleh tim utustoria.com penanggung jawab proyek pembangunan jalan ini mengatakan “kita sudah menyiapkan mobil water tank, untuk dapat mengurangi debu dijalan tetapi memang sejauh ini baru satu unit” singkat Haryanto.

Dari situasi yang ada warga mengaharapkan adanya alternatif lain, untuk mensiasati masalah yang terjadi. “kalau tidak ada disediakan jalan alternatif buat kita, kiranya penanggung jawab proyek dapat menyediakan masker bagi pengguna jalan”. Imbuh Supriadi. (Din)