8 Tahun Seberangi Sungai, Jembatan Merdeka Bebaskan Warga KAT Tombiyobong

Photo: Istimewa/Van
Batui Selatan, BANGGAI, Utustoria.com
 
Warga Kahumamaon Dusun Tombiyobong yang tergabung dalam komunitas adat terpencil (KAT)  yang merupakan binaan Kementrian Sosial akhirnya dapat menikmati jembatan yang menghubungkan dengN Desa Maleo Jaya , Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai. 
 
Jembatan gantung yang dikerjakan oleh Kencana Agri Ltd melalui anak perusahaannya yakni PT Sawindo Cemerlang dan PT Delta Subur Permai bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) tersebut sangat siapresiasi dan disambut baik oleh warga setempat.
 
Kepala suku Kahumamaon sekaligus pendamping KAT Tombiyobong, Pesawat menyampaikan rasa syukurnya atas adanya perhatian perusahaan yang sudah memberikan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi masyarakatnya. Ia mengaku sejak 8 tahun silam seluruh anak sekolah yang berasal dari Tombiyobong harus menyeberangi sungai untuk menempuh pendidikan. 
“Senang sekali. Sudah tidak basah-basah lagi menyeberang sungai,” kata Pesawat, Selasa (29/8/2018).
 
Kepala Desa Maleo Jaya, I Made Gantiana juga menambahkan dengan adanya jembatan tersebut akan mempermudah akses transportasi warganya yang hendak ke kebun atau sebaliknya. Da tiak kalah penting bagi anak-anak sekolah dari KAT Tombiyobong yang harus berjalan kaki setiap harinya sekira 4 kilometer.
“Dengan jembatan ini, anak-anak ke sekolah tidak lagi melepas sepatu dan baju. Sebab sudah bisa jalan lewat jembatan. Program ini sangat membantu masyarakat,” tuturnya.
Saat ini tercatat ada sekira 22 siswa SDN 3 Maleo Jaya yang berasal dari Dusun Tombiyobong. Beberapa siswa diantaranya bahkan belum memiliki seragam sekolah karena keterbatasan biaya. Sementara, mereka juga belum bisa disentuh bantuan pemerintah melalui program Kartu Indonesia Sejahtera (KIS), sebab sekira 34 kepala keluarga dari Dusun Tombiyobong belum mengantongi kartu tanda penduduk.
“Kita sudah mengajukan ke dinas kependudukan terkait persoalan identitas mereka sejak bulan Januari 2018. Namun, hingga saat ini belum ada realisasinya. Padahal, dengan adanya KTP warga KAT Tombiyobong bisa mendapatkan bantuan pemerintah. Selain itu, ini juga terkait dengan hak konstitusi sebagai warga negara,” tuturnya.
Made Gantiana juga menyebutkan selama ini terdapat beberapa warga yang hanyut terseret arus dan ditemukan dalam kondisi meninggal ketika hendak menyeberangi sungai di musim penghujan. Dengan adanya jembatan merdeka, Ia berharap tidak ada lagi korban jiwa.
 
Terlebih, Corporate Social Responsibility (CSR) Kencana Agri Ltd, Lukito Wisnu Putro mengatakan  program CSR pembangunan jembatan ini merupakan kerjasama berbagai piha yakni, Kementerian Sosial, Kodam Merdeka, Pemda Banggai, Kencana Growth Excelence Integrity, Vertical Rescue Indonesia, dan Forum CSR Kesejahteraan Sosial.
Selain menjadi akses penghubung warga Maleo Jaya ke kebun, jembatan yang diberi nama jembatan merdeka itu juga diharapkan bisa memerdekakan warga komunitas adat terpencil yang ada di dusun Tombiyobong ketika turun ke Desa Maleo Jaya. Pemberian nama jembatan merdeka sendiri didasari atas program pembangunannya yang dimulai di bulan Agustus dan selesai dikerjakan pada momentum peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia.
 
“Kenapa kami pilih Desa Maleo Jaya karena di sini ada komunitas adat terpencil Kahumamaon. Selain itu, tujuan kami juga untuk menyambung program pemerintah terkait akses komunitas adat terpencil khususnya anak sekolah. Dengan jembatan ini harapan kami tidak ada lagi anak sekolah yang harus menyeberang sungai saat ke sekolah,” harapnya.
 
Selain pembangunan jembatan, Wisnu juga mengungkapkan program CSR yang dilaksanakan di Kecamatan Batui Selatan juga menyasar pelayanan kesehatan kepada 500 pasien pengobatan umum, 22 pasien operasi bedah mayor dan 46 pasien bedah minor dari Kecamatan Batui dan Batui Selatan. Tak hanya itu, beberapa bantuan berupa bibit terong dan cabai juga diberikan kepada warga KAT Tombiyobong. Ada pula pemberian perlengkapan sekolah, alat permainan edukatif bagi siswa, busana layak pakai serta sepatu dan sandal bagi siswa.
 
Wisnu berharap kedepan seluruh badan usaha yang ada di Kecamatan Batui dan Batui Selatan bisa bersinergi dan berperan aktif dalam melakukan kebaikan sosial bagi lingkungan dan kemanusiaan. (Van)