MENGIKHLASKAN HOBI MENJADI PROFESI: FERY WIBISONO PENGUSAHA JAMUR YANG MAKMUR

Photo: Utustoria.com

Utustoria.com

Fery Wibisono, pemuda  kelahiran Masamba ini, dengan terpaksa harus meninggalkan bangku kuliahnya  karena hobi yang digeluti saat berkuliah disalah satu perguruan tinggi di kota Malang. Ia sering bolos kuliah hanya karena hobi mengurusi motor butut vespa yang dimilikinya, hingga tiba saat dimana ia mengalami kesulitan finansial dan harus pulang ke halaman tempat tinggalnya di Luwuk Banggai Kec. Batui Selatan. Saat itu ia harus berpikir keras  dan jalan satu-satu baginya dengan menjual vespa butut kesayangan.

Babak baru dalam hidup pria berusia 30 tahun tersebut  dimulai, ia bertemu dengan pembeli vespa  yang merupakan petani jamur. Sekedar iseng-iseng ia bertanya tentang bagaimana suka duka menjadi seorang petani jamur. Merekapun banyak bertukar pikiran. Alhasil vespa laku, Fery pulang kampung.

Kehidupan dikampung halaman ternyata tidak jauh lebih baik dari apa yang ia bayangkan. Sebagai anak Yatim ia menjadi tulung punggung keluarganya, tidak sedikit kebutuhan yang harus ia tanggulangi, berbagai usaha ia lakoni, pasang surut ekonomi ia lalui dan akhirnya ia bereksperimen dengan sedikit ilmu yang ia dapatkan dari petani jamur pembeli vespanya saat ia berada di kota Malang.

Sekalipun awalnya pria yang juga bertatto tersebut  masih harus banyak menyempurnakan kekurangannya di dalam budi daya jamur, tapi ia percaya bahwa hal itu adalah peluang ekonomi yang masih sangat sedikit dilakukan oleh sebagian pelaku usaha di daerahnya, Luwuk Banggai. Aktivitas itu terus ia lanjutkan hingga ia pun menikmati profesi petani jamur sebagai hobi baru yang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah secara konsisten.

Jenis jamur yang ia budi dayakan ditahap awal perjalan karirnya sebagai petani jamur adalah Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus). Manfaat jamur tiram yang sudah pernah dibuktikan pada manusia adalah pada anak-anak yang memiliki kondisi infeksi saluran pernapasan. Dalam penelitian yang ada jamur tiram menunjukkan efek anti alergi. Tidak hanya itu, berbagai penelitian juga menunjukkan kemampuan jamur tiram dalam menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan kadar hormon insulin pada penderita diabetes tipe 2 dan masih banya lagi manfaat lainnya.

Jamur ini banyak diminati oleh masyarakat terlebih pelaku usaha kuliner. Tidak disangka seiring usaha dan berjalannya waktu Fery harus memenuhi permintaan demi permintaan dari konsumen. Saat dikunjungi oleh Utustoria.com ia menuturkan, bahwa ketika masuk masa panen ia bisa mendapatkan omset hingga Rp.400.000 per hari selama 3-4 bulan. Dari penghasilan yang ia dapatkan selama 2 Tahun menjadi Petani Jamur, Ekonominya kian membaik dan bahkan kini ia telah memiliki dua motor Vespa. Hobi yang sempat tergadai kini kembali pulang.

Kedepannya Fery sangat berharap dari apa yang ia lakukan dapat menjamur dan menginspirasi sekaligus  melahirkan anak-anak  muda yang jauh lebih kreatif dan inovatif di Kabupaten Banggai. “Sukses adalah kegagalan yang tertunda, jangan pernah berputus asa karena hidup terus berlanjut” Ujar Fery memotivasi.

Tidak lupa kami dari tim utustoria.com mengucapkan terimakasih kepada Fery yang telah mampu menginspirasi anak-anak muda di Kab.Banggai. Disini kami cantumkan alamat lengkap tempat budi daya jamur milik Feri (Master mushroom) di dusun Kampung Baru, Desa Suka Maju (Ombolu) Kec.Batui Selatan Kab.Banggai. Maju terus Fery Wibisono!