Petani Toili Lakukan Aksi, Pertamina EP Diduga Penyebab Gagal Panen

Foto : Sejumlah petani Kecamatan Toili bersama FPTB melakukan aksi damai dijalan umum desa Tirta Jaya, Sabtu (28/7) sekira pukul 08.30 Wita.[Utustoria/Marhum]

Toili, BANGGAI, Utustoria.com

Forum Pemuda Toili Bersatu (FPTB) bersama sejumlah petani dari 7 gabungan kelompok tani (Gapoktan) kembali melakukan aksi damai (protes) di jalan umum desa Tirta Jaya Kecamatan Toili, Sabtu (28/7) sekira pukul 08.00 Wita terhadap aktivitas PT Pertamina EP di CPP Donggi - Matindok Field Asset 4 di Desa Dongin Kecamatan Toili Barat.

Aksi tersebut terjadi diduga karena aktivitas perusahaan plat merah itu menghambat aliran air ke sawah diratusan hektare sawah petani Desa Tohitisari, sehingga membuat di 3 musim panen terakhir ini petani merugi.

"Bayangkan saja, ada 7 Gapoktan yang menjadi korban, dalam 1 Gapoktan terdapat 25 kelompok tani, kasihan petani kita kalau ini berjalan terus,"tutur Ketua FPTB Samsul Arif saat ditemui Utustoria.

Lanjutnya, tidak hanya itu saja, selama adanya perusahaan migas diwilayah lumbung padi ini, para petani mengaku belum pernah mendapatkan perhatian perusahaan tersebut melalui program pemberdayaan maupun dana CSR Pertamina EP.

"Ini yang kita akan perjuangkan, dalam aksi kita ini terdapat sembilan tuntutan yang beberapa didalamnya didalamnya memperjuangkan nasib petani kita,"tambahnya lagi.

Untuk itu, setelah aksi ini, FPTB akan melayangkan surat undangan kepada pihak Pertamina EP dan unsur Muspika Dataran Toili pada Senin (30/7) diruang pertemuan Kantor Camat Toili untuk membahas tuntutan aksi ini.

Terpisah, Bagian Keamanan PT Pertamina EP Kapten Inf Supardi mengaku telah menerima undangan dari FPTB untuk pertemuan tersebut dan akan didihadiri oleh devisi Legal dan Relation Donggi Matindok Field Pertamina EP pada Senin mendatang.

"Iya, akan Pertamina EP akan menghadiri pertemuan itu,"singkatnya.

Pada amatan Utustoria, massa aksi melakukan pemalangan jalan dengan menghentikan 4 unit mobil tangki milik PT Ramai Jaya Abadi (RJA) yang memuat limbah CPP Donggi Kondensat. Dan kumpulan petani yang melakukan aksi dan membentangkan sepanduk yang bertuliskan "PT Pertamina Perusak Lahan Petani Toili".

Dengan berbagai pertimbangan sehingga massa aksi bersepakat untuk melakukan pertemuan pada Senin nanti. Sehingga aksi pun berakhir pada pukul 11.00 Wita dan 4 unit mobil tangki pemuat kondensat melanjutkan perjalanannya.