Camat Tolbar dan PT.PDSI Akan Diadukan ke Komisi I DPRD Banggai

Foto : Aksi blokade jalan oleh FPTB untuk menghentikan mobilisasi alat milik PT PDSI diruas jalan Tirta Jaya Kecamatan Toili, Sabtu (21/7).[Istimewa]

Toili, BANGGAI, Utustoria.com

Aktivitas PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dilokasi sumur Wolai 001 di Desa Uwelolu Kecamatan Toili Barat akhir-akhir ini terus menuai hambatan.

Itu terlihat saat sejumlah warga setempat melakukan aksi protes beberapa hari lalu, serta disusul dengan Forum Pemuda Toili Bersatu (FPTB) yang menghentikan akses mobilisasi alat berat milik perusahaan pelat merah itu diruas jalan desa Tirta Jaya, pada Sabtu (21/7) kemarin.

Aksi yang beruntun itu tidak lain untuk menuntut transparansi pihak perusahaan terkait rekrutmen tenaga kerja beberapa waktu lalu yang diduga tanpa melalui tahap sosialisasi ke masyarakat.

Meski begitu, warga Dataran Toili yang melakukan aksi tersebut dibingungkan dengan statmen pihak PT PDSI serta Camat Toili Barat yang saling melempar tanggung jawab.

"Kita tanya sama Camat Toili Barat katanya pihak Kecamatan hanya sebagai tempat penitipan berkas calon tenaga kerja,"ujar Ketua FPTB, Syamsul Arif pada Utustoria, Minggu (22/7).

Begitu juga dengan pihak PT PDSI, lanjutnya, Wilson yang merupakan anggota PDSI itu justru berikan penjelasan yang berbanding terbalik dengan penjelasan Camat Toili Barat terkait rekrutmen tenaga kerja.

"Katanya penerimaan tenaga kerja sudah diambil alih oleh Camat Toili Barat, jangankan warga Toili, Kepala Desa Bukit Makarti dan Uwelolu yang menjadi letak sumur saja tidak tahu soal rekrutmen itu karena tidak ada sosialisasi,"tambahnya.

Untuk memastikan kebenaran hal tersebut, tambah pria berbadan kekar ini, pihaknya yakni FPTB akan mengadukan persoalan tersebut ke pihak Komisi I DPRD Kabupaten Banggai untuk dapat mengundang Camat Toili Barat, pihak PT PDSI terkait tidak transparannya rekrutmen tenaga kerja untuk proses pengoboran sumur Wolai 001.

"Hari ini kita sementara susun laporannya, dan kita sudah menginfokan hal ini ke anggota Komisi I, dan hal ini kita akan segera teruskan ke ruang hearing DPRD Banggai biar jelas persoalan ini,"tandasnya.