FPTB Blokade Mobilisasi Alat Pengeboran PT PDSI

Aksi Pemuda FPTB saat memblokade kendaraan milik PT PDSI.

Toili, Banggai, Utustoria.Com

Forum Pemuda Toili Bersatu (FPTB) menggelar aksi protes terhadap aktivitas perusahaan Pertamina Drilling Servises Indonesia (PDSI). FPTB menduga bahwa PT PDSI tidak cukup transparan dalam melakukan perekrutan tenaga kerja. Aksi yang diikuti oleh puluhan pemuda pada hari sabtu (21/7) bertempat di jalan akses desa Tirta Jaya, berujung pada blockade kendaraan milik Banggai Sentral Sulawesi (BSS) yang memuat alat untuk mendukung kegiatan eksplorasi pengeboran oleh PT PDSI. Enam truk container yang sedang beroperasi memuat alat berat terpaksa diberhentikan karena tak kunjung ada negosiasi dari kedua bela pihak.

Masa aksi menginginkan agar pihak strategis PT PDSI dapat menemui mereka, namun sampai aksi itu berakhir di gelar tidak satupun manajemen PT PDSI yang bisa mereka temui. Akibat situasi itu, masa aksi berjanji akan melakukan hiring pada hari senin nanti terhadap pihak kecamatan Toili Barat untuk meminta kejelasan prosedur kerja PT PDSI.

Adapun tuntutan masa aksi meliputi:

  1. Transparasi, informasi dan sosialisasi perekrutan pemerataan tenaga kerja.
  2. Menghapuskan sistem pembagian ring sebab dianggap mengistimewakan wilayah tertentu dan mengandung unsur memecah belah masyarakat
  3. Perekrutan dilakukan 1 pintu dan dikordinasikan dari tiga pihak kecamatan, yaitu Moilong, Toil dan Toili Barat.

Kordinator Aksi, Syamsul Arif kepada Utustoria menerangkan bahwa aksi yang mereka lakukan merupakan upaya Kontrol sosial, agar masyarakat dataran Toili tidak merasa di zalimi atas adanya perusahaan.

“kami menginginkan adanya keadilan dan keterbukaan dari pihak perusahaan, agar kami tidak sekedar menjadi penonton di daerah kami sendiri” pungkas Arip. (Eja)