PT PDSI : Rekrutmen Naker Diserahkan Ke Pemerintah Kecamatan

Foto : PT PDSI , Kepala Desa Uwelolu serta sejumlah warga Toili Barat saat melakukan pertemuan di Balai Desa setempat.[Utustoria/Marhum]

Toili Barat, BANGGAI, Utustoria.com

Setelah 3 hari aktivitas PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) di lokasi sumur Wolai 001 Desa Uwelolu Kecamatan Toili Barat dihentikan , akhirnya pihak perusahaan bersedia menemui warga setempat terkait perekrutan tenaga kerja (naker) yang dinilai tidak transparan.

Pertemuan di Balai Desa Uwelolu pada Rabu (18/7) sekira pukul 11.00 Wita itu cukup mengeluarkan unek-unek warga yang sempat tertahan beberapa hari terakhir ini, karena merasa tidak mendapatkan keadilan dari perusahaan yang melaksanakan pengoboran.

"Kita ini warga yang tinggal dimana tempat perusahaan melakukan pengoboran, tapi kok malah orang luar desa ini yang lebih mendapatkan jatah yang lebih banyak. Apalagi ini tidak ada sosialisasi oleh pihak perusahaan,"ujar warga Uwelolu, Subsianto.

Terlebih, Mesak yang juga warga Desa Uwelolu meminta agar pihak PT PDSI untuk menghadirkan pihak PT Karana dan Pemerintah Kecamatan dalam hal ini Camat Toili Barat agar proses perekrutan naker tersebut dapat dijelaskan secara rinci.

"Kalau mereka tidak dipertemukan dengan kita, maka pertemuan ini tidak akan mendapatkan solusi, karena perekrutan ini terkesan tertutup, dan untuk perekrutan agar dapat diulang kembali,"tambahnya.

Kepala Desa Uwelolu, Antoni Yakub mengatakan perekrutan tenaga kerja saat ini berbeda dengan perekrutan yang pernah dilakukan oleh PT Aliance Prima Indah (API) pada waktu pelaksanaan landclearing yang melibatkan pemerintah desa dalam perekrutan naker. Sehingga dalam proses rekrutman tersebut tidak menuai kendala.

"Nah kalau ini, kita pemerintah desa memang tidak tahu sama sekali adanya penerimaan tenaga kerja, kita itu tahu karena mendengar kalau penerimaan melalui Camat dan email, selebihnya itu tidak tahu, ada apa tidaknya sosialisasi,"tegasnya.

Terpisah, Humas PT PDSI, Totok menjelaskan untuk perekrutan tenaga kerja pihaknya telah menyerahkan penuh kepada pihak Karana dan Pemerintah Kecamatan, dengan harapan Camat Toili Barat dapat menginformasikan sampai pada tingkatan desa.

"Karena kita disini hanya tamu, sehingga kita serahkan di Kecamatan agar perekrutan ini bisa tepat sasaran,"katanya.

Lanjutnya, untuk mengulangi proses pererutan tenaga kerja yang telah dilaksakan, dirinya mengaku tidak dapat mengambil keputusan. Namun dalam waktu dekat ini pihak perusahaan akan membutuhkan sekira 15 tenaga kerja untuk bidang katering.

"Keputusan untuk penerimaan tenaga kerja itu bukan di kami (PT PDSI) tapi oleh Pemerintah Kecamatan dan Karana. Kalau saya batalkan nanti saya juga bakal kesulitan karena ada Camat yang terlibat didalamnya,"tuturnya lagi.

Namun untuk permintaan warga, lanjut dia, terkait mengulangi proses perekrutan naker, pihaknya akan mendiskusikan terlebih dahulu dengan sejumlah pihak terkait agar mendapatkan solusi yang baik.

"Karena kami hanya pelaksana, kami hanya ditunjuk oleh pemerintah dan Pertamina EP untuk melakukan proses pengoboran demi meningkatkan produksi Migas,"tandasnya.

Sehingga, dalam menunggu waktu yang belum dapat ia tentukan itu, PT PDSI meminta agar warga dapat bersabar dan dapat mengijinkan proses persiapan pengoboran terkait perlengkapan dan mobilisasi alat untuk ke sumur Wolai 001.