Aktivitas PT PDSI di Sumur Wolai 001 Dihentikan Warga Tolbar

Foto : Camat Toili Barat I Made Berata bersama sejumlah warganya mendatangi lokasi sumur Wolai 001 milik PT PDSI. [Utustoria/Marhum]

Toili Barat, BANGGAI, Utustoria.com

Aktivitas pengoboran dilokasi sumur Wolai (wol) 001 oleh PT Pertamina Drilling Servises Indonesia (PDSI) yang terletak di Desa Uwelolu Kecamatan Toili Barat Kabupaten Banggai dihentikan warga pada Senin (16/7) sekira pukul 13.00 Wita.

Aksi spontanitas warga tersebut dikarenakan pihak PT PDSI dinilai tidak transparan dalam melakukan rekrutmen tenaga kerja, tanpa ada sosialisasi terhadap warga setempat. Sehingga, warga meminta penjelasan dari pihak perusahaan terkait hal tersebut dan warga tidak mengijinkan adanya aktivitas diarea sumur Wolai 001 sebelum pihak perusahaan memberikan penjelasan.

"Tidak boleh ada aktivitas sebelum perusahaan berikan penjelasan tentang rekrutmen ini, kok tiba -tiba saja sudah ada penerimaan karyawan tanpa ada sosialisasi,"tutur salah satu warga Uwelolu, Bambang.

Menurut sejumlah warga yang melakukan aksi tersebut, perusahaan semestinya harus menerapkan transparansi jumlah tenaga kerja skill maupun yang unskill.

"Apalagi berkas saya yang sudah sy setorkan dikantor Camat untuk melamar kerja malah tidak dikumpul ke perusahaan, malah hanya ditumpuk di kantor Camat, inika aneh,"tambah warga Sindang Sari, Tri.

Terpisah, Camat Toili Barat, I Made Berata yang hadir dalam aksi tersebut meminta agar pihak perusahaan PT PDSI menghadirkan penanggung jawab perusahaan untuk dapat memberi penjelasan kepada warga tersebut, sehingga aktivitas pengoboran bisa berjalan baik.

"Saya minta pihak perusahaan bisa hadirkan penanggung jawab untuk membicarakan hal ini kepada warga, karena saya selama ini tidak punya komunikasi dengan orang perusahaan,"ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya menjamin jika pihak perusahaan dapat meluangkan waktu untuk warganya, aktivitas pengeboran tidak akan dihambat dan dapat berjalan lancar.

"Ini warga saya, saya yakin tidak mungkin akan anarkis kalau perusahaan bisa sempatkan waktunya,"tambahnya.

Namun, meski adanya aksi warga yang menghentikan aktivitas tersebut, pihak perusahaan belum dapat menghadirkan orang yang berkompeten untuk dapat menemui warga. Sebab, para petinggi perusahaan tersebut tidak berada dilokasi sumur atau berada diluar daerah.

"Saya coba komunikasikan ke atasan saya dulu, karena saya tidak tahu apa-apa, tapu tetap saya upayakan agar ada respon dari atasan saya,"ungkap salah satu anggota Keamanan PT PDSI, Wilson.

Meski begitu, warga setempat tetap ngotot (berkeras) untuk tidak memperbolehkan adanya aktivitas sebelum pihak perusahaan menemui warga dan menjelaskan terkait rekrutmen tenaga kerja tersebut.