Kunker Komisi IX DPR RI, Kadis Nakertrans Sulteng Duga TKA Ilegal Disembunyikan

Foto : Salah satu aktivitas kunker Komisi IX DPR RI saat berada di PT IMIP yang sempat terposting di akun halaman facebook bernama Dede Yusuf. [Akun halaman facebook Dede Yusuf]

MOROWALI, Utustoria.com

Anggota Legislatif DPR RI Komisi IX dan Satgas pengawasan TKA melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kawasan PT IMIP site Morowali di Kecamatan Bahodopi pada Jumat (6/7).

Dalam amatan Utustoria, setelah Kunker tersebut Dedi Yusuf Efendi salah satu Aleg Komisi IX ini dalam halaman akun media sosial (facebook) yang diduga miliknya bernama Dede Yusuf menuliskan untuk membuktikan apakah benar TKA dari China menyerbu menguasai pabrik. Sehingga pihaknya mendatangi kantin pekerja, mess pekerja China, pabrik, bahkan ruang operator.

Dari hasil kunker tersebut dalam postingannya menyebutkan, jumlah karyawan asing ada 2.500 TKA nya. Sementara pekerja lokal 28.000 orang. Artinya TKA tidak sampai 10 persen dan memiliki izin kerja yang sah. Ini dibuktikan oleh pejabat Imigrasi Kemenkumham disana.

Dalam postingan itu, ia juga menjelaskan mungkin dulu saat pembangunan smelter diawal 2014 - 2016 banyak TKA keluar masuk dengan kontrak per 2-3 bulan, (karena memang pada saat itu kita belum berpengalaman membangun smelter). Setelah smelter berdiri, hanya 10 persen TKA yang tinggal untuk meneruskan transfer technologi kepada pekerja lokal.

Selain itu, ia juga menjelaskan tentang gaji pekerja lokal disana, lulusan SMA yang telah bekerja selama 6 bulan diberi gaji rata - rata Rp 4 juta, dan yang bekerja selama 2 tahun mendapatkan sekira Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. Dan saat ini dibutuhkan penambahan karyawan lokal sebanyak 10.000 orang.

Lanjutnya, disana juga ia mendapatkan penjelasan dari Bupati dan Ketua DPRD tentang pendapatan daerah dan multiplier effect ke daerah yang terasa besar. Bahkan Morowali sempat mendapat angka pertumbuhan ekonomi sebesar 35 persen, 5 besar tertinggi di Indonesia.

Ia juga menyarankan jika hubungan Pemda dan Industri bisa berjalan baik, sangat mungkin Morowali akan menjadi kota industri metropolitan, dengan pendapatan daerah ratusan milyar setahun.

Dan diakhir tulisannya, dalam Kunker tersebut, pihaknya tidak menemukan serbuan TKA, yang ada justru puluhan ribu pekerja kita yang berasal dari sekitar Sulawesi. Bahkan pihaknya sudah minta Satgas pengawasan TKA untuk membuka posko disana agar pengawasan terpantau.

Namun dalam Kunker Anggota Legislatif DPR RI Komisi IX ke perusahaan raksasa itu justru Kepala Dinas Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah Ir Abd Razak menduga PT IMIP menyembunyikan sejumlah TKA ilegal.

Seperti dikutip dari Radarsultengonline.com, Kepala Dinas ini mengatakan dari hasil kunjunga kerja tersebut, dirinya tidak menemukan TKA ilegal yang bekerja di Kawasan PT IMIP, namun dirinya menduga pihak perusahaan telah menyembunyikan sejumlah TKA ilegal tersebut sebelum datangnya Komisi IX.

"Inikan hanya kunjungan kerja, kami tidak memeriksa dokumen para TKA. Baru TKA yang dihadirkan saat kami datang berkunjung, pasti yang ada dokumennya saja. Mungkin, pimpinan perusahaan sudah menyembunyikan para TKA ilegal itu karena mereka takut diperiksa,” tegas Razak.