Segelas Kopi Rindu

Reza Fauzi

Ada emosi yang meluap di setiap seduhannya
Selera kerap kali berbeda dari segelas yang akan diseruput. Pahit, manis, bahkan tak jelas warnanya pun habis dilahap cerita.

Aku pernah menemukan bulir rindu dipekatnya ampas kopi, juga terseret deras arus adukan yang membuatnya makin hitam.

Semalam, Saat deras hujan jatuh menghantam kenangan. Temu di dada tetap mengendap walau inginnya telah hanyut melewati pintu hatimu yang tertutup rapat.

Pada pagi, kakimu pasti tak dapat lagi melangkah setelah kopiku telah menumpahkan ampasnya dengan tebal menenggelamkan setiap jejakmu!

Aku dan kopi pahit menantikan ranum bibirmu di mulut gelas pertemuan.

Utustoria, 4 Juli 2018