Mengunjungi Danau Makapa, Destinasi Wisata Yang Terkubur

Kondisi dermaga Danau Makapa yang sangat memprihatinkan dan butuh uluran tangan pemerintah, Sabtu, 14 April 2018 sekira pukul 16.30 Wita. /Marhum

Toili Barat, LUWUK BANGGAI, Utustoria.com

Tepat pukul 16.00 Wita, tiba-tiba saja saya ingin berkunjung ke Danau Makapa yang berada di Desa Mekar Sari Kecamatan Toili Barat. Senja Sabtu sore (14/4) yang cukup cerah itu menguatkan saya untuk mengahampiri Danau yang dulunya menjadi salah satu tempat rekreasi andalan warga serta wisatawan lokal.

Tempat yang cukup menghabiskan waktu kurang lebih 10 menit dari tempat tinggal saya itu menyambut kedatanganku dengan suara ratusan Kalelawar dan burung-burung yang berterbangan dan sejumlah warga yang asik memegang stik pancingnya sambil mengisap sebatang rokok.

Setibanya saya ditempat yang terakhir saya kunjungi sekira 8 tahun lalu itu membuat saya terkejut dengan perubahan yang sangat berbeda dengan imajinasiku, karena banyak hal yang membuat kondisi itu semakin tidak asik dipandang mata. Rumput yang rindang memenuhi sejumlah bangunan yang ada, dan dermaga yang berlubang-lubang mematahkan semangat saya untuk bertahan lebih lama lagi ditempat itu.

Sangat tidak disangka, Danau yang dulunya dapat menghilangkan kejenuhan itu berubah menjadi tempat penangkaran ikan air tawar yang sangat tidak terawat.

"Sudah lama tidak lagi dirawat, padahal Danau ini satu-satunya Danau yang ada di Kabupaten Banggai,"ujar salah satu warga Mekar Sari, Arya Putra.

Dengan gencarnya Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Bupati Herwin Yatim untuk membangun potensi destinasi wisata didaerah ini, membuat publik terkagum-kagum. Namun, dibalik keberhasilan itu Pemerintah Daerah sangat diharapkan untuk meningkatkan dan menghidupkan kembali destinasi wisata yang sudah lama terkubur namun memiliki nilai emas, seperti Danau Makapa. Sebab, tidak hanya dapat meramaikan saja, namun destinasi alam tersebut diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga setempat.

Sehingga sangat diharapkan, Pemda Banggai khususnya Dinas Pariwisata dapat mendulang kembali emas yang telah terkubur itu. (mr)