Sejumlah Pemilik Perusahaan Lokal Di Batui Selatan Buat Aksi Damai

Foto : Sejumlah pemilik perusahaan lokal saat foto bersma dengan pihak perusahaan , Camat dan Kapolsek Batui./Istimewa

Batui Selatan, LUWUK BANGGAI, Utustoria.com

Sejumlah 15 orang pemilik perusahaan lokal di Kecamatan Batui Selatan Kabupaten Banggai menggelar aksi damai pada Senin (25/6) sekira pukul 08.00 Wita bertempat di Desa Bone Balantak, dengan memasang 5 lembar sepanduk yang bertuliskan aspirasi dan tuntutan mereka.

Aksi tersebut ditujukan kepada PT Gatras. Sebab, sejumlah perusahaan lokal ini dinilai tidak diperhatikan serta diberdayakan oleh pihak perusahaan serta adanya calo proyek yang diduga berasal dari oknum pemerintah desa, sehingga tidak ada pemerataan jatah proyek.

Berikut tuntutan aksi yang terlampir pada spanduk :

1.Meminta kepada JOB PMTS agar segera memberhentikan PT Gatras Sebelum melakukan sosialisasi terbuka kepada pemerintah dan unsur muspika kecamatan.

2.Proyek yang di bawahi oleh team LA JOB selalu diberikan kepada oknum aparat desa.

3.Menindak tegas oknum karyawan yang kemungkinan menjadi calo proyek.

4.Jika dalam waktu 1X24 jam PT. Gatras tidak meninggalkan DS.Bonebalantak Maka masa aksi akan melakukan swiping/Pengusiran.

5.PT.Gatras Angkat kaki dari Ds.Bone Balantak karena berdomisili dan berkantor secara ilegal.

Camat Batui Selatan, Muksin saat pertemuan disalah satu Rumah Makan di desa tersebut mengatakan jika mekanisme yang ada tidak sesuai, dirinya mengajak untuk diluruskan.

"Kami akan berusaha agar warga lokal dapat diberdayakan, namun kami selaku pemerintah kecamatan tidak dapat mengintervensi, jangan sampai menimbulkan kesan pihak kecamatan meminta jatah," tuturnya.

Selian itu, keterwakilan PT Gatras, Eka dipertemuan tersebut juga mengatakan pihaknya mengambil pengalaman kerja pada waktu sebelumnya, yang dimana pekerjaan yang membutuhkan waktu 3 bulan untuk diselesaikan namun molor sampai 7 bulan lamanya.

"Sehingga, kita (PT Gatras menunjuk CV BJS untuk melaksankan pekerjaan itu, dengan kesepakatan menggunakan tenaga lokal," imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Batui, Iptu Candra meminta permasalahan ini dapat selesaikan melalui musyawarah, karena hal tersebut hanya miskomunikasi saja.

"PT Gatras meskipun terlambat laksanakan sesuai prosedur sehingga aspirasi teman - teman juga dapat di realisasikan, kami menunggu dimana dilakukan pertemuan nantinya," tandasnya.

Sehingga, dalam pertemuan tersebut dosepakati bersama, pada Rabu (27/6) akan dilakukan pertemuan sosialisasi di Kantor Camat Batui Selatan. (Mr)