Ketua FKUB Sulteng : Tokoh agama saat berbicara tentang agama sebaiknya tidak menyakiti orang lain | Utustoria Ketua FKUB Sulteng : Tokoh agama saat berbicara tentang agama sebaiknya tidak menyakiti orang lain – Utustoria

Ketua FKUB Sulteng : Tokoh agama saat berbicara tentang agama sebaiknya tidak menyakiti orang lain

98
Spread the love

Photo: Ketua FKUB Sulteng Prof.Dr. H. Zainal Abidin. M.Ag

Utustoria.com, Tojounauna. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah kembali melaksanakan Muhibbah Kerukunan bersama Pemerintah Daerah Kab. Tojo Una-una dan pimpinan keagamaan bertempat di Aula Kementerian Agama Kab. Tojo Una-una, Sabtu (10/4/2021)

Kegiatan FKUB Sulteng yang merupakan bagian dari rangkaian perjalanan Muhibbah Kerukunan kali ini dihadiri oleh Plt. Bupati Kab. Tojo Una-una Taslim Lasupu, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Kementerian Agama, pengurus FKUB Kabupaten Tojo Una-una, pimpinan majelis agama-agama, pimpinan organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat se Kab. Tojo Una-una.

Sekretaris Kabupaten yang saat ini menjabat sebagai Plt. Bupati Tojo Una-una Taslim DM. Lasupu. ST. MP memaparkan bahwa kondisi kehidupan umat beragama rata-rata di daerahnya dalam keadaan baik dan rukun.

Meski kita baru selesai pilkada 2020 kemaren namun hingga saat ini hampir tdk ada gesekan-gesekan antar umat beragama, Kalaupun ada maka itu hanyalah dampak gesekan-gesekan politik saat pilkada dan alhamdulillah saat ini masih bisa terkendali.

Plt. Bupati Tojo unauna ini berharap agar masyarakat Tojo Una-una senantiasa menjaga kondisi kerukunan umat beragama ini hingga palantikan Bupati dan Wakil Bupati Tojo Una-una yang defenitif.

Taslim Lasupu yang juga Ketua FKUB Kab. Tojo Una-Una yang saat ini menjabat Sekreatris Daerah Kabupaten sangat berterima kasih atas kesediaan FKUB Sulteng yang telah berkenan dan bisa berkunjung di Tojo Una-una terutama dalam rangka pembinaan kerukunan.

Semoga dengan kunjungan ini dapat bermanfaat buat msyarakat Tojo una-una dalam merajut kedamaian dan keharmonisan di negeri ini.

Kunjungan ini dapat memberikan kekuatan kepada FKUB Kab. Tojo Una-una dalam memberikan layanan terhadap umat beragama guna memperkuat kerukunan dan kedamaian.

Sementara itu Ketua FKUB Sulteng Prof.Dr. H. Zainal Abidin. M.Ag dalam amanatnya menuturkan bahwa konflik antar umat ini karena hati kita sering berjauhan. Jika hati kita berjauhan maka kita biasanya harus berteriak ketika menyampaikan sesuatu. Namun jika hati berdekatan apalagi menyatu maka semua komunikasi akan terbangun dengan santun dan baik.

Prof. Zainal sangat mengapresiasi upaya-upaya kerukunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Tojo Una Una dan jajarannya. “Dari laporan pak Sekab dan Kaban Kesbangpol menunjukkan bahwa kabupaten Tojo una una sangat menjaga kehidupan umat beragama agar berlangsung secara harmonis”.

Untuk itu kondisi ini perlu ditingkan krn saat ini banyak informasi yang dapat memecah belah umat beragama. Tidak ada satu agama yang meridhai pembantaian. Sehingga perilaku pembentaian dan kekerasan hanya dilakukan oleh mereka-mereka yang minim pengetahuan agamanya dan salah memahami ajaran agama. Agama itu suci dan baik hanya pemeluknya yang kadang salah memahaminya.

FKUB melakukan kunjungan Muhibba Kerukunan ini guna mencegah dini informasi yg memecah dan mengganggu kedamaian, mencegah potensi kecurigaan umat beragama sebagai benih-benih munculnya intoleran.

Prof. Zainal yang juga Ketua MUI Kota Palu menegaskan bahwa “agama seharusnya membahagikan pemeluknya. Jika ada agama tidak menjadikan pemeluknya bahagia maka yang salah itu adalah cara pemeluknya dalam memahami agamanya”. Saya berharap tokoh agama di daerah ini harus memberikan keteladanan. Teks ajaran agama itu baik namun pemahaman umat terhadap teks ajaran agama itu yg biasanya kurang baik.

Dalam konteks pandangan global, Tokoh agama saat berbicara tentang agama sebaiknya tidak menyakiti orang lain. Karena hal ini akan berpangaruh ke umat dan menjadi konsumsi publik secara global. Tokoh agama dalam bertutur kata sebaiknya disampaikan dengan bahasa dan sikap yg santun dan damai, harap Prof. Zaenal yang juga mantan Rektor pertama IAIN Palu. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *