TNI-Polri Evakuasi Pria 56 Tahun Tewas Terpanggang di Pagimana | Utustoria TNI-Polri Evakuasi Pria 56 Tahun Tewas Terpanggang di Pagimana – Utustoria

TNI-Polri Evakuasi Pria 56 Tahun Tewas Terpanggang di Pagimana

98
Spread the love

Photo: TNI-Polri bersama warga mengevakuasi sesosok mayat di Desa Sinampangnyo

Utustoria.com, Banggai. TNI-Polri bersama warga mengevakuasi sesosok mayat di Desa Sinampangnyo, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, pada 26 November 2020 sekitar pukul 11.00 Wita.

Mayat yang diketahui bernama Herman Dinata Alias Ko’ Herman berumur 56 tahun ini ditemukan meninggal dalam keadaan hangus terbakar di dalam rumah miliknya.

Kapolsek Pagimana Iptu Sukri Larau SH mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi kebakaran rumah milik korban yang selanjutnya mendatangi TKP dan bersama masyarakat membantu memadamkan api. Sekitar pukul 12.06 WITA api berhasil dipadamkan dan ditemukan sesosok mayat yang sudah tidak bisa dikenali lagi.

“Mayat ditemukan berada di dalam kamar bagian dapur. Diduga mayat adalah Ko’ Herman,” ungkap Kapolsek.

Iptu Sukri Larau menjelaskan, dari keterangan saksi istri korban bahwa pada hari yang sama sekitar pukul 09.00 Wita keduanya bertemu di Kantor Desa dan dimediasi oleh Kepala Desa tentang masalah rumah tangga. Namun saksi sudah tidak mau melanjutkan hubungan itu lagi dan meminta untuk bercerai.

“Saat itu korban menolak keras dan saksi tetap bersih keras untuk bercerai. Korban pun menerimanya. Keduanya kurang lebih setahun sudah tidak tinggal serumah lagi,” ungkap Iptu Sukri.

Kemudian, lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Bangkep ini, dari keterangan saksi tetangga korban bahwa sekitar pukul 10.30 Wita, saksi mendengar suara ledakan dari arah rumah korban. Mendengar itu saksi langsung keluar rumah dan melihat rumah korban bagian dapur banyak dikebuli asap dan tidak lama banyak warga yang datang dan api semakin membesar.

“Sekitar pukul 10.30 Wita seorang saksi lainnya melihat korban mengambil kayu yang ada di halaman pekarangan depan rumahnya dan membawa masuk kedalam rumah. Tetapi saksi tidak mengetahui digunakan untuk apa,” tutur Iptu Sukri.

“Saksi kemudian masuk ke dalam rumahnya. Beberapa saat kemudian saksi mendengar suara ledakan dari dalam rumah korban,” tutur perwira pangkat dua balak ini.

Atas peristiwa itu, tambah Iptu Sukri, pihaknya telah melakukan police line, olah TKP awal dan membawa korban ke Puskesmas untuk dilakukan visum luar.

“Untuk penyebab meninggalnya korban kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari saksi lainnya,” tutup Iptu Sukri. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *