Bahaya Anti Kritik - Utustoria Bahaya Anti Kritik - Utustoria

Bahaya Anti Kritik

684
Spread the love

Photo: Ilustrasi, Utustoria

Oleh : Reza Fauzi

Apa itu Kritik?

Dalam beberapa kesempatan dan kejadian beberapa teman mengatakan kenapa masih ada orang yang alergi dengan kritikan, kenapa begitu suka dan mabuk akan puja-puji dan kebesaran diri, kebesaran keluarga atau kebesaran kelompoknya? Padahal kita semua paham puja dan puji itu hanya milik Allah Swt Tuhan Yang maha esa, kita sebagai manusia yang fanah dan terbatas seharusnya lebih banyak diingatkan oleh karenanya kritik adalah keharusan.

Untuk mengklarifikasi bahwa kritik adalah keharusan sebagai manusia perlu kita sebutkan disini defenisi kritik secara umum. Dikutip dari wikipedia.org kritik adalah proses analisis dan evaluasi terhadap sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan. Menurut KBBI Kritik adalah tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, pekerjaan dan sebagainya.

Namun bukan hanya itu Kritik juga adalah dasar dari berkembangnya Ilmu pengetahuan karena pada dasarnya sejarah Ilmu pengetahuan juga dimulai dan dibangun dari Kritik. Dalam salah satu tulisanya Martin Suryajaya jelas mengatakan bahwa Kritik adalah tanda orang modern, hanya dengan kritik kita menemukan emansipasi. Dalam kritik kita menemukan suatu laku destruksi kreatif: menghancurkan objek kritik sekaligus mengubahnya jadi baru, jadi kritik adalah suatu laku untuk menuju kebaruan yang lebih baik.

Anti Kritik adalah Anti Demokrasi dan Anti Ilmu Pengetahuan;

Anti Kritik adalah Sikap atau Sifat dan cara pandang orang atau kelompok. Orang atau kelompok yang anti kritik selalu akan menjadi otoriter bahkan diktator. Sikap seperti ini jelas adalah sikap yang anti dengan Demokrasi sekalipun mereka berbicara berbusa-busa tentang demkorasi karena pada substansinya tidak demikian, mereka sejatinya hanya menginginkan citra bukan makna dari demokrasi tersebut.

Demokrasi adalah penyerahan sepenuhnya hak kekuasaan tertinggi secara langsung kepada rakyat oleh karenanya demokrasi mensyaratkan kebebasan berbicara, kemerdekaan bersikap dan mengutarakan pendapat termasuk kemerdekaan dalam mengkritik sesuatu.
Pembungkaman kritik dalam bentuk apapun adalah jelas anti demokrasi, meskipun bersembunyi dibalik hak hukum warga negara sebagai jaminan undang-undang dalam negara modern.

Penganut otoritarian hanya mengenal satu macam komunikasi, yaitu satu arah. Orang yang otoritarian tidak pernah penghayati dialog dua arah, tidak pernah mau berdiskusi. Padahal kita tahu bersama Ilmu pengetahuan dibangun dari dialog kritis, ingat ilmu logika yang awalnya dibangun dan dimulai dari Aristoteles adalah hasil dari dialog kritis dengan gurunya Plato, maka jelas Anti Kritik juga adalah Anti Ilmu Pengetahuan (sains).

Maka teranglah bahwa sikap anti kritik adalah sangat berbahaya, sala satu alasan orde barunya Soeharto tumbang adalah karena sikap itu, oleh karenanya sebagai penutup catatan ini saya berharap rakyat kabupaten Banggai dapat terhindar dari sikap dan perilaku semacam ini dan penggiat demokrasi dapat menjadi teladan dan garda terdepan melawan sikap anti kritik yang mulai menggejala dan dipertontonkan secara telanjang akhir-akhir ini.

Toili 18, Juni 2020.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *