Untuk Dewa Ayu, Pemuda Toili Bersatu Galang Donasi

465
Spread the love

Photo: Pemuda Toili Bersatu Galang Bantuan Untuk Dewa Ayu

Utustoria.com, Toili. Keberadaan pasien kanker payudara yang berasal dari Toili tepatnya Desa Mekar Kencana kian santer diperbincangkan. Dewa Ayu Krisna Dewi (29) mengidap kanker payudara sejak maret 2020 dan terpaksa harus di rawat mandiri karena keterbatasan ekonomi. Sudah terhitung sejak jumat (12/6/2020) pasien di rujuk ke RSUD Luwuk untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

Banyak kalangan dari organisasi dan komunitas saling bahu untuk biaya pengobatan pasien. Penggalangan donasi pun kian ramai demi kesembuhan pasien tersebut.
Begitupun yang sedang dilakukan oleh aliansi mahasiswa dan komunitas di toili yang menamai diri sebagai Pemuda Toili Bersatu.

Gerakan ini muncul atas nama solidaritas dan kemanusiaan, tak ada tunggangan politik atau kepentingan di aksi penggalangan donasi ini. Kordinator penggalangan aksi ini menjelaskan bahwa penggalangan dana ini menggambarkan kesadaran dan kepedulian publik terhadap pasien.

“penggalangan donasi ini merupakan wujud hadirnya kami selaku pemuda toili, buat apa kuliah jauh dan berilmu tinggi tetapi kita tidak peduli sesama, inilah wujud kecil yang bisa kita tunjukkan. Kami sudah dua hari melakukan gerakan ini bersama teman-teman mahasiswa, komunitas Vespa dan komunitas motor Vxion yang ada di Toili” ungkap kordinator lapangan aksi kepada Utustoria.com, selasa (15/6/20)

Gagasan gerakan ini muncul dari mahasiswa Toili yang sedang menempuh pendidikan di Gorontalo dan Palu, lalu aksi solidaritas ini diterima baik oleh komunitas Vespa dan komunitas Vxion Toili. Mereka menjelaskan penggalangan donasi berada dititik sentral pengguna jalan, yakni simpang empat tugu SMAN 1 Toili, simpang empat pasar tradisional unit 11 dan simpang empat pasar unit 2.

Dalam penggalangan donasi ini, masyarakat terlihat antusias mendengarkan orasi yang disampaikan. Pengguna jalan yang sedang melintaspun empati dengan gerakan pemuda toili ini. Selain orasi yang disampaikan tentang keberadaan pasien dewa ayu, sang orator yang bergantian sempat menyinggung pengusaha dan perusahaan yang berada di toili.

“Seharusnya pengusaha Toili yang tenar namanya itu malu, masyarakat kami ajak urunan (sumbangan) untuk membantu yang tak mampu, masyarakat berdaulat memberikan seikhlasnya, sedikit atau banyak tak masalah. Semoga mobil-mobil perusahaan yang lewat tadi itu mendengar apa yang kami sampaikan, kekayaan alam Toili sudah mereka grogoti, tanah kami dikeruk, minyak kita disedot tetapi perusaahan tidak ada efek positifnya kepada keluarga tak mampu” jelas Rahmat Syarifudin selaku orator.

Aksi penggalangan donasi yang digelar pada hari minggu dan senin berhasil mengumpulkan total keseluruhan Rp.12.884.500 (dua belas juta delapan ratus delapan puluh empat ribu lima ratus rupiah). Menurut kordinator, dana ini nantinya akan diberikan ke pasien pengidap kanker payudara. Dana ini murni dari masyarakat toili berdaulat bersama membantu sesama.

“Semoga dana ini dapat membantu meringankan proses penyembuhan pasien, semoga pula banyak yang ikut serta, terlebih pengusaha-pengusaha di Toili. Mereka (pengusaha) punya uang banyak, masa tidak malu dengan mahasiswa yang teriak-teriak menggalang donasi, dan semoga yang diberikan bukan sabun cair atau kopi sachet” tandas kordinator lapangan aksi penggalangan donasi. (To)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *