Mengenang Che Guevara, Bunga Revolusi

126
Spread the love

Photo: Ernesto Che Guevara

Penulis: Reza Fauzi

Catatan ini dibuat untuk sekedar mengenang sosok Ernesto Che Guevara, sebagai bentuk hormat terhadapnya yang telah mengilhami banyak perubahan.

Selamat Ulang Tahun Che.

Sebagai anak berpenyakit asma yang lahir dari keluarga sederhana pada 14 Juni 1928, Argentina . Che adalah sehebat-hebatnya perjuangan. Sejak umur 2 tahun, ia telah positif mengidap penyakit Asma, hingga kematiannya di hutan Bolivia, Che pasti sangat menderita setiap kali terserang Asma.

Jika kebanyakan anak laki-laki tertarik pada hal-hal yang memunculkan imajinasi mereka tentang Militer dan Perang-perangan, Che kecil justru tidak memiliki ketertarikan untuk bercita-cita menjadi bagian dari militer. Saat Remaja ia lebih berminat dan punya bakat pada bidang kesusastraan.

Dalam buku yang pernah di tulis oleh T. W. Utomo dengan Judul “Revolusi Che Guevara” menceritakan bahwa di usia 14 tahun Che sudah menamatkan bacaannya tentang Sigmund Freud, Robert Frost, Alexandre Dumas dan Jules Verne. Che juga banyak terinspirasi pada puisi-puisi penyair Prancis seperti Charles Baudelaire, serta tidak ketinggalan juga puisi-puisi karya Frederico Garcia Lorca dan Pablo Neruda.

Dapat dipercaya bahwa melalui Kesusastraan, Che menemukan idealnya kehidupan dalam ruang imajinasinya, dalam beberapa referensi tentang dirinya, Che adalah orang yang kerap kali menganggap bahwa kehidupan modern telah melenyapkan aspek spiritual, sehingga kehidupan terlihat bejat di matanya, itu sebabnya transformasi kesadaran terhadap regenerasi menjadi tujuan dan cita-citanya. Ia telah menginspirasi banyak generasi yang terlahir dan hadir sebagai Aktivis.

Latar belakang dan perjalanan sejarah setiap orang memang berbeda. Jika Che dibentuk oleh keadaan yang keras hingga menghantarkannya sebagai gerilyawan di medan perang melawan rezim dzalim dan diktator, sebuah kenyataan yang tidak pernah ia inginkan sebelumnya. Agak sedikit berbeda dengan generasi masa kini yang cenderung terpenuhi kebutuhannya tapi justru terpenjara dan menyebabkan kita tidak bisa berbuat lebih selain untuk kepentingan pribadi.

Yang tersisa dari Che tinggallah poster di kamar kos Mahasiswa atau foto beliau sambil merokok di kaos anak muda yang ingin secara otomatis dilabeli Aktivis.

Tidak semudah itu untuk menjadi Seperti Che, ia adalah perjalanan panjang penuh luka yang harus mati lalu menjadi bunga. Che intensif mempelajari Marxis – Leninis, ia adalah mahasiswa kedokteran yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk untuk lingkungan dan kepentingan orang banyak, sangat berbeda dengan umumnya para mahasiswa kedokteran yang lebih banyak menghabiskan waktu dalam laboratorium.

Che dalam kisah dan cerita-cerita tentangnya berpesan bahwa sebaik-sebaiknya anak muda adalah mereka yang berani untuk keluar dari kepentingan pribadi menjadi nadi Revolusi. Che telah telah mengajarkan pada setiap generasi setelahnya tentang bagaimana menjaga api revolusi tetap berkobar.

Anak muda tidak melulu jadi pelengkap di pinggiran jalan perubahan, atau sekedar menjadi pemandu sorak politik praktis lalu sekedar dihitung oleh angka-angka untuk memenuhi hasrat para borjuasi yang dengan mudahnya membeli label perubahan untuk dijual kembali sebagai citra diri.

Terimakasih, Hormat dan selamat untukmu Ernesto Che Guevara.
Perjuangan itu dimulai sekarang!
Hasta la victoria siempre.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *