Masa Pandemi, Petani Belajar Mandiri

37
Spread the love

Photo: Kelompok Petani Jatiraya Mengolah Hasil Panen

Biasanya para Petani hanya sibuk dengan budidaya padi di sawah dan setelah panen dengan sendirinya tugas mereka pun telah selesai, lalu mereka akan berkecimpung dengan peralatan kerja setelah musim tanam kembali datang.

Namun ada yang berbeda dengan musim tanam kali ini, para Petani memiliki pekerjaan  tambahan yaitu menjual hasil panemmya secara mandiri, yang biasanya ketika panen hasil Produksi mereka langsung dijual ke penggilingan tempat mereka meminjam uang untuk biaya produksi mereka.

Para Petani memang telah mandiri mulai dari Produksi sampai pada pemasaran, sudah tidak tergantung lagi kepada pihak lain, Karena Petani ini telah mampu menerapkan Pertanian ramah lingkungan dengan mengunakan pupuk Organik, untuk pengembalian Hama Dan penyakit mereka mengunakan Agensi Hayati sehingga mereka sudah tidak lagi meminjam uang ke tengkulak untuk biaya produksi yang selama ini mengikat para Petani dalam menjual hasil panennya.

Jaringan Petani Toili Raya (JATIRAYA) adalah lembaga yang diinisiasi secara mandiri untuk menerapkan Pertanian ramah lingkungan. Ketua JATIRAYA, Edi Suprapto mengungkapkan ” kami menerapkan Pertanian ramah lingkungan Karena baik untuk ekonomi Petani, sehat untuk konsumen Dan baik untuk lingkungan Karena bisa mengurangi pengunaan Bahan Kimia”.

Semua hasil panen anggota akan diserahkan ke Jatiraya untuk dipasarkan langsung ke konsumen dengan skema yang dibangun Harga beras lebih tinggi dari gilingan yang ada, sehingga meningkatkan pendapatan anggotanya.

“Hasil panen akan kami serahkan ke organisasi Jatiraya, yang nantinya akan di atur oleh seusai prosedur manajemen organisasi” Tutup Edi.

Alur kerja dan proses pertanian yang di lakoni oleh teman-teman Jatiraya tentu bisa menjadi contoh untuk kelompok-kelompok pertanian yang ada di Banggai. (Pie)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *