AKU MINTA, JAM KERJAKU MALAM SAJA

116
Spread the love

Photo: Aku Minta Jam Kerjaku Malam Saja

Penulis: Kemeja Lusuh

Kalender di kamarku tak pernah bisa melukiskan kita dengan benar

Angka pada tanggal yang tertera di sana

selalu sewarna dengan air mata

Angka hitam adalah jarak

Angka merah adalah rindu

Mereka tak pernah meliburkan diri

sering kali memoles tatapan penuh ejekan dan canda

“Habis kau! Siapa suruh jatuh hati kepadanya”

Beberapa angka kulingkari, berharap lekas menjadi sepi

Sisa angka tertawa hebat

Seolah kita hanya berwujud rupa di dalam figura

Berbeda dengan angka-angka di arloji

Mereka tak pernah begitu

meski hampir kehilangan nyawa

sering memintaku melihatnya dan melupakan

penanggalan yang sok tahu

ia selalu percaya:

entah itu kau atau aku

hanya tentang jejeran hari dan bulan yang hampir rampung

Tiap jarum jam pendek berdiri tegak dengan jarum panjang pada angka ke-12

Aku berharap angka itu segera bertemu kembali

kalender memang tak pandai membaca aksara tentang kita

di saat bersamaan,

Bulan malam ini segera purnama

Bisakah kit menghitung yang tersisa?

Hebatnya selalu arlojiku tak jadi mati

sejak aku dan kau yang dipisah laut untuk sendiri

Mari menghitung, mana yang lebih berbahaya

Sisa hari atau pertemuan kita.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *